Jul 13

Pada 20 Juni, tiba-tiba saya di tag oleh @inggita banner sebuah pagelaran tari “Abathi”, pada 1 Juli 2015 di Candi Ratu Boko. Karena penasaran saya cari info di website mereka. Sinopsisnya cukup memikat, dimana pada hari itu akan ada “Star Betlehem” saat Yupiter dan Venus segaris dan memancarkan sinar yang terang, bertepatan dengan bulan purnama. Dan pada tanggal itu bertepatan dengan ulang tahun saya, akan menjadi momen berharga jika saya bisa merayakannya di sana. Reflek saya ingat Susi Ivvaty yang juga lahir 1 Juli, saya kontak dia, untuk bersama-sama nonton Abhati pada 1 Juli. Gayung pun bersambut. Read the rest of this entry »

Jun 26

Ketika saya memutuskan menikah secara catatan sipil 26 tahun lalu, saya sadar bahwa saya harus menghadapi perbedaan ini (mungkin) sepanjang hidup saya. Suami saya (Yusro M Santoso) muslim, lahir dari keluarga Muhamadiyah, saya Kristen sejak lahir. Dan kami sepakat untuk tetap menganut keyakinan kami masing-masing. Egois? Mungkin sebagian orang akan mengatakan seperti itu. Tapi bagi kami soal memilih agama adalah hal pribadi. Read the rest of this entry »

Feb 27

Libur “kecepit” imlek enaknya kemana? Nama Solo tiba-tiba muncul setelah melihat beberapa promo event Solo yang cukup gencar di social media (Facebook dan twitter). Ide plesiran Solo ini disambut heboh ama teman-teman moms genk grup vokal Eklesia. “Kita pelayanan di gereja Solo sekaligus kulineran di sana yuk,” ujar salah satu mom bersemangat. Read the rest of this entry »

Oct 23

Setelah menempuh rute sepanjang 2.500 km selama sebulan lebih, pada 10 Oktober akhirnya Sri Lestari, seorang penyandang disabilitas tiba di Jakarta.  Sri, mengawali perjalanannya dari nol kilometer  Banda Aceh pada 7 September dengan sepeda motor bebek yang dimodifikasi menjadi kendaraan roda tiga. Read the rest of this entry »

Aug 08

Walau santai, tapi kami selalu berupaya tertib jadual. Sesuai rencana yang telah kami buat, Sabtu 26 Juli kami kembali ke Jogja. Kami meninggalkan Surabaya jam 10.00, berharap perjalanan masih lancar. Ternyata di H-2 ini sejumlah titik sudah mulai tersendat. Yang paling parah adalah di Nganjuk, dimana kami harus bersabar antri kemacetan selama 3 jam. Alhasil kami tiba di Jogja pun sudah jelang tengah malam lagi, jam 22.30 seperti waktu kami baru tiba dari Jakarta. Rupanya angka 22.30 itu berulang… Read the rest of this entry »