Peduli Lingkungan

Bacaan: Ulangan 23:12-13

Suatu pagi, seorang tetangga mengeluh di whatsapp group, tentang hewan peliharaan warga komplek  (bukan satwa liar).  Setiap pagi atau sore, acapkali terlihat seorang bapak, atau  ibu membawa  jalan-jalan anjingnya. Biasanya ritual ini untuk memberi kesempatan pada hewan peliharaan tersebut buang kotoran.  Dan sudah pasti di sembarang tempat: dimana anjing itu suka dan berhenti, bisa di jalanan, bisa di depan rumah orang.  Setelah selesai buang kotoran, lalu berlalu begitu saja. Tentu saja  tindakan ini mengganggu lingkungan komplek, terutama lokasi terdampak. Continue reading “Peduli Lingkungan”

There is no limit to learning.

Khotbahnya nggak relevan… khotbahnya bikin ngantuk…..khotbahnya mbulet….nunggu aminnya lama banget. Celetukan seperti  itu tentu tidak asing bagi kita  umat kristiani jaman now. Usai ibadah, komentar itu tak jarang terdengar dalam percakapan antar jemaat. Continue reading “There is no limit to learning.”

Sepatu Mangap di Trailrun Tahura 2020

Sepatu khusus  trekking ini saya beli pada Oktober 2015, sebulan sebelum saya berpetualang ke gunung Ijen Banyuwangi. Setelah itu hanya dipakai sesekali  (ke Waerebo, dan beberapa kali trekking ke daerah Sentul). Dan pengabdiannya harus berakhir setelah mengantarkan saya menuntaskan rute 10 km (di jam saya sih 11 km) Trailrun Tahura 2020 pada hari Minggu 19 Januari lalu. Suatu pengalaman pertama yang bakal tak terlupakan.  Thank you my shoes. Continue reading “Sepatu Mangap di Trailrun Tahura 2020”

The Race Moment (2)

Thank God, akhirnya saya dapat BIB BoMar 2019. Sebuah race yang buat saya termasuk kategori ‘must join’.

Sabtu, 16 November  sekitar jam 11.30 an kami sampai di Arto Mal Magelang, tempat pengambilan race pack. Dari luar antrian  masuk parkiran sudah lumayan panjang. Dan memang, sampai di lantai atas,  antrian  pengambilan race pack sudah mengular.

Continue reading “The Race Moment (2)”

Road to BoMar 2019 (1)

Setelah setahun lebih absen dari kegiatan lelarian, jelang penghujung 2019, saya memberanikan diri ikut race lagi. Tak tanggung-tanggung: Borobudur Marathon 2019, yang jadualnya 17 November 2019. Race yang kata banyak orang, tantangan nya lumayan berat, karena banyak tanjakannya.

Iya ceritanya di tahun 2019  saya membebaskan diri dari segala bentuk race. Banyak sih alasannya. Awalnya karena plantar kaki sakit, kemudian lutut,  lalu ada kesibukan lain, selanjutnya ya  penyakit M (males) latihan. Tapi ketika melihat info tentang BoMar yang melintas di linimasa, bergolak lah keinginan dan semangat untuk ikut. Apalagi ndoro bojo juga berminat. Tumben ya, biasanya saya yang minat dulu, baru kemudian saya bujuk bujuk dia untuk menemani.   Continue reading “Road to BoMar 2019 (1)”

Road Trip Ke Lampung Tengah Di Jaman Now

Ke Lampung naik mobil yuk…. Jika ajakan ini dilontarkan sekian tahun lalu, jawaban saya pasti:  ogah, emoh, nggak mau. Tapi hari-hari ini jika ada ajakan yang sama, jawabnya sudah tentu: ayuklah, siapa takut. Dan pada akhirnya, bermobil  ke Lampung Tengah sudah berlangsung dengan sukses pada 5-7 Juli  lalu, saat menghadari acara pernikahan keponakan di kawasan Terusan Nyunyai, Gunung Agung. Continue reading “Road Trip Ke Lampung Tengah Di Jaman Now”

What Is Happening With 4.0 Era?

Beberapa saat lalu, saya terima chat whatsapp yang isinya: “Kita ketemu yuk mbak, ada bisnis 4.0 yang  perlu bantuan PR.” Istilah 4.0 memang sedang seksi. Bisnis 4.0 yang disebut relasi saya tadi mengundang minat saya untuk menerima ajakannya bertemu. Dan memang perbincangan tentang industri 4.0 atau kerap disebut revolusi industri nyaris tiada habisnya.

Internet of Things menandai kehadiran revolusi industri 4.0

Continue reading “What Is Happening With 4.0 Era?”

Krisis korporat di jaman now

Minggu lalu saya dapat sejumlah pesan pribadi dari beberapa sahabat lama di industri telekomunikasi. Japri yang disertai dengan lampiran image jadual tarawih selama bulan ramadhan dari 2 operator telekomunikasi. “Wah gawat nih, para ustad yang memberi kajian di Telkomsel banyak yang anti pemerintah dan pro HTI,” pesan dari seorang kawan saat mengirimkan jadual ramadhan yang dimaksud. Continue reading “Krisis korporat di jaman now”

Sebuah Perjalanan Menjaga Kebhinekaan (1)

Satu hari  di akhir Oktober, bu Rain, guru agama Kristen Sekolah Madania  ‘merayu’ saya via whatsapp. Ini sebenarnya rayuan yang ke sekian kali, dalam beberapa tahun terakhir ini,  biasanya gagal.  “Bu, kalau bisa parents ada perform di perayaan Natal sekolah,” pintanya. “Sekali kali nih….lanjutnya. Belum juga saya iyakan, permintaan berlanjut, “atau ibu menari saja? Ibu kan pandai menari tradisional,”   Waduh, ini bisa  ‘runyam’ kalau saya mesti menari di sana.

Continue reading “Sebuah Perjalanan Menjaga Kebhinekaan (1)”

Sebuah Perjalanan Menjaga Kebhinekaan (2)

Paduan Suara ini adalah kombinasi kerinduan kami untuk silaturahmi antar ortu murid, semangat untuk menjaga nilai-nilai keberagaman yang ada di sekolah –  suka tidak suka juga ikut terpolarisasi  oleh efek Pilkada DKI dan membuat kami risau —  dan  wujud cinta kepada keaneka ragaman budaya Indonesia. Semua itu seperti energi luar biasa yang memompa semangat kami untuk bisa perform dengan baik.

Continue reading “Sebuah Perjalanan Menjaga Kebhinekaan (2)”