Jun 03

PEDI LULUS

Pedi bukan artis atau atlet terkenal. Pedi juga bukan putra pejabat atau tokoh di tanah air, sehingga saya tulis di blog ini. Pedi adalah anak kampung belakang komplek Pamulang Permai, tempat saya tinggal. Pedi atau lengkapnya: Fredy Aji Pramana  adalah putra ke 2 Supatmi, si mbak yang bekerja paruh waktu di rumah saya, yang tahun ini lulus dari SMK.

Pedi, umurnya 3 tahun lebih tua dari anak lelaki saya. Tapi setiap kali melihat pertumbuhan anak saya, ibunya Pedi selalu berujar,” walah Pedi makin kalah besar sama kamu ya Bhin”. Ya, waktu masih balita, ia kerap dibawa maknya bekerja di rumah kami, merangkak di tangga dan bermain dengan Ebhin, anak kami. Read the rest of this entry »

May 14

Minggu, 6 April 2016…hari H. Bak  ‘ibu asrama’ sejak jam 5 pagi saya sudah bangun dan membangunkan yang lain… Tapi ya gitu deh, yang dibangunin masih nawar… Untunglah, kami bisa jalan menuju jl Gamelan Kidul tepat waktu, tempat sebagian penari menginap dan sekaligus untuk dandan.
Suasana sebelum pentas, mungkin menyerupai kisah dibalik panggung. Bagaimana para penari bersiap, berkonde, make up, makai kain, dan sebagainya. Yang paling seru memang sesi bermake up. Sebagian kami memilih mandiri, saling bantu, help..help..gimana nih pasang bulu mata, eye shadow, dan eye liner…. Seru dan guyub. Read the rest of this entry »

May 14

Hari ke 2 di Yogya, bakal diisi agenda yang padat. Maka kami ber6 pun bangun pagi. Aktifitas diawali dengan ber-photo photo di sport center Taman Palagan yang epic. Kebetulan cuaca juga cerah, dan matahari belum menyengat. Setelah puas jeprat jepret, kami pun meluncur menuju kota, dengan ‘pitstop’ pertama: sarapan di toko kue Trubus di daerah Prawirotaman. Dan nasgor, bihun goreng, lumpia, tahu jadi menu sarapan kami. Rasanya tak puas-puasnya mengudap makanan di situ, semuanya endes. Read the rest of this entry »

May 14

Menari di kraton Jogja? Ajakan untuk ikut latihan bersama – sebuah kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh Kraton Jogja – adalah sebuah ‘tantangan’. Karena walau hanya latihan, setidaknya kami perlu menyiapkan diri agar bisa ‘tampil’ layak. Tapi kalimat ‘ke Jogja’ itu sendiri adalah ajakan yang menyenangkan. Langsung terbayang: jalan-jalannya, kulinernya, dan masih banyak lagi. Seperti lirik lagu Kla Project: Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. Yogyakarta yang selalu ngangeni. Read the rest of this entry »

Oct 16

Social media memang seperti magic. Mempertemukan yang sudah lama terpisah, menyambung kembali yang sudah lama tak bertemu. Begitu juga kami, alumni SMP Negeri, Pare, Kediri. Setelah kami lulus pada 1977, sebagian kami langsung ‘transmigrasi’ ke kota lain, dan tidak pernah bertemu lagi. Seperti saya, SMA di  Surabaya dan kuliah di Jogjakarta, sudah tak pernah bertemu lagi dengan kawan semasa SMP. Hingga tahun 2015.

Dan, kanal ‘magic’ whatshapp group adalah penyatu.  Pertemuan kembali kami secara virtual, bercanda online setiap saat, ternyata makin menyulut kerinduan kami untuk bertemu.  Dan jadilah kami janji untuk kopi darat di Jogjakarta, 9-11 Oktober 2015. Ya Jogja kami pilih, karena lokasinya di tengah. Sebagian kami masih banyak berdomisili di Jawa Timur dan sebagian ada di Jakarta dan luar Jawa. Pun di Jogja ada banyak lokasi wisata alam dan kuliner, tentu menyenangkan untuk reunian. Sehingga reunian ini kami kemas dalam acara JJJ (Jalan Jalan Jogja). Read the rest of this entry »