Peduli Lingkungan

Bacaan: Ulangan 23:12-13

Suatu pagi, seorang tetangga mengeluh di whatsapp group, tentang hewan peliharaan warga komplek  (bukan satwa liar).  Setiap pagi atau sore, acapkali terlihat seorang bapak, atau  ibu membawa  jalan-jalan anjingnya. Biasanya ritual ini untuk memberi kesempatan pada hewan peliharaan tersebut buang kotoran.  Dan sudah pasti di sembarang tempat: dimana anjing itu suka dan berhenti, bisa di jalanan, bisa di depan rumah orang.  Setelah selesai buang kotoran, lalu berlalu begitu saja. Tentu saja  tindakan ini mengganggu lingkungan komplek, terutama lokasi terdampak.

Firman Tuhan tertulis dalam kitab Ulangan 23: 12-13 mengatakan demikian: “Di luar perkemahan, harus ada tempat untuk buang air besar. Kalau mau buang air besar, kalian harus ke sana. Di antara peralatan kalian harus ada sekop kecil. Saat berjongkok untuk buang air besar, kalian harus menggali lubang dengan sekop itu, lalu menutup kotoran kalian.”

Allah memerintahkan bangsa Israel agar mengubur tinja manusia ”di luar perkemahan”. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga lingkungan perkemahan agar tetap higienis,  dan mempercepat proses pembusukan. Demikian juga saat  ini, umat  Allah yang sejati berupaya membuang sampah serta limbah lain secepatnya, di tempat yang semestinya.  Apalagi jika itu limbah yang beracun dan membahayakan lingkungan.

Urusan menjaga lingkungan dimana kita hidup,  memang bukan hal yang gampang. Mudah untuk diucapkan tetapi tidak mudah dilakukan. Namun, juga tidak mustahil.  Di komplek kami ada seorang bapak yang  rajin membawa anjingnya jenis rottwiller berkeliling komplek di pagi hari. Hal  menarik yang ia lakukan adalah: selalu membawa kantong plastik dan serok kecil. Bilamana anjingnya berhenti dan buang kotoran, dia akan menyerok kotoran tersebut dan  memasukkannya ke  plastik. Kemudian melanjutkan jalan paginya. Suatu langkah kecil yang yang inspiratif.

Saat ini sedang gencar digaungkan tentang  : gaya hidup hijau (green life style). Ini adalah sebuah ajakan di kalangan masyarakat perkotaan,   bertujuan untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi mengenai hal-hal praktis yang bisa dilakukan setiap individu untuk bergaya hidup ramah lingkungan.  Sebuah gerakan  untuk membangun awareness, tapi  ujungnya  untuk mengajak warga bumi  turut menjaga dan merawat  alam semesta dengan segenap isinya.

Bagi umat kristiani, menjalani hidup yang ramah lingkungan, tentu bukan semata sebagai gaya hidup, atau sekedar menaati hukum dan undang-undang yang berlaku. Tetapi lebih dari itu, menjaga alam dan segenap isinya adalah untuk  mematuhi perintah Allah, yang telah menciptakan semuanya itu. Amin. (VE)

Leave A Reply

* All fields are required

*