How to implement CSR?

Ini tentang pengalamanku. Jumat malam lalu, aku belanja di Metro Department Store (MDS)  di Mal Pondok Indah. Saat membayar di kasir, aku ditawari  untuk ikut program donasi MDS,  menyumbang Rp 50 ribu, dengan imbalan mendapat voucher belanja Rp 100 ribu (kalau tidak salah). Sebelum menyetujuinya, aku bertanya ke petugas MDS,” mau disumbangkan ke mana dananya?”  “Ke terumbu karang”, jawab petugasnya.
Continue reading “How to implement CSR?”

Anak & Internet

anak-internet.jpgInternet itu bermanfaat atau berbahayakah bagi anak-anak? Begitulah pertanyaan yang kerap hinggap di benak para orang tua.

Sebagian orang tua masih mengkhawatikan sisi negatif internet bagi anak-anaknya. “Internet itu berbahaya lho jeng,” kata seseorang seperti yang pernah kutulis di sini.

Kekhawatiran itu sempat menyeruak di sejumlah diskusi dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli. Wajar sih, karena buat anak-anak masa kini — terutama yang hidup di metropolitan — Internet itu ibarat teman mereka sehari-hari. Rasanya terlalu berlebihan kalau kita lantas menutup diri dari pengaruh Internet dari kehidupan ini.

Dirjen Pelayanan dan Rehabilitas Sosial dari Departemen Sosial, Mahmur Sanusi mengatakan, untuk menghilangkan kekerasan pada anak adalah dengan memperbanyak konten khusus anak-anak di Internet. Continue reading “Anak & Internet”

Perlukah Membangun Reputasi Korporasi

Membangun reputasi perusahaan kerap belum menjadi prioritas bagi sejumlah perusahaan, terutama perusahaan baru. Umumnya prioritas utama mereka adalah mengejar angka penjualan, market share.

Dalam buku The Power of Corporate Communication karangan Paul A Argenti dan Janis Forman, citra dan identitas adalah kompenen utama untuk membangun reputasi perusahaan seperti yang biasa dijabarkan dalam visi perusahaan.

Ujungnya, reputasi perusahaan dikaitkan dengan kompetensi perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Lebih dari itu, ini juga menyangkut tanggung jawab dan kepedulian perusahaan sebagai corporate citizen. Continue reading “Perlukah Membangun Reputasi Korporasi”

100% Is Not Enough, You Need 120%

SA logoJudul di atas adalah ucapan Mr Sim Kay Wee, Senior Vice President Singapore Airlines (SA) ketika menjawab pertanyaan seorang pengunjung di markas SA, tentang bagaimana perusahaannya bisa bertahan di urutan teratas dalam hal layanan selama bertahun-tahun.

Pertimbangan Sim -– seperti ditulis dalam buku “Your Service Insights” karangan Ron Kaufman — begini. “Jika Anda terbang dengan maskapai mediocre, ekspekstasi servisnya mungkin hanya 50 persen. Jika kru kabin dalam mood yang bagus, dan melayani pada level 65 persen, maka persepsi Anda akan mengatakan bahwa servisnya naik 15 persen”.

Saat ini semua orang tahu bahwa SA adalah jawara di airline business. Apa ekspektasi penumpang atas servis SA? Tentu saja 110 persen. Jika kru kabin melayani hanya pada level 100 persen, maka apa persepsi penumpang terhadap servis maskapai penerbangan ini? Turun 10%, tentunya. Continue reading “100% Is Not Enough, You Need 120%”

Pilih nyentuh atau mencet?

pilih mana?

Indah tapi ribet. Begitu komentar sejumlah kawan pemuja gadget tentang iPhone yang dikabarkan akan melakukan global launch pada 11 Juli mendatang.

Gegap gempitan kehadiran iPhone memang sudah ramai dibicarakan sebelum barangnya resmi dipasarkan di sini. Rencana peluncuran handphone buatan Apple — yang diposisikan sebagai ponsel 3G — memang menciptakan hype. Itulah strategi yang sengaja dipersiapkan Apple untuk membangun rasa penasaran calon penggunanya.

Mereka bahkan membuat program kompetisi antre terlama untuk sebuah produk baru, dan membuat website khusus untuk itu, yaitu Forapples. Continue reading “Pilih nyentuh atau mencet?”

Menyiapkan Sebuah Konferensi Pers

Bagaimana menyiapkan sebuah konferensi pers agar berhasil? Begitulah pertanyaan untukku dari seorang mahasiswa studi komunikasi di sebuah universitas di Surabaya yang sedang menyiapkan skripsi tentang media relations.

Sebelum menjawab pertanyaan “bagaimana”, terlebih dulu aku ingin kami sepakat mengenai kriteria “berhasil” yang ia maksud. Berhasil dalam konteks ini, bagiku ada dua hal mendasar:

  1. Berita-berita yang kemudian muncul di media, sama atau tidak terlalu menyimpang dari key messages yang sudah kita persiapkan.
  2. Sebagian besar media yang diundang datang dan yang hadir pun kemudian menulis.

Dari kriteria berhasil di atas, kemudian kita bicara tentang bagaimana menyiapkannya. Konferensi pers, termasuk kategori planned messages, pesan yang direncanakan. Di dalam dunia public relations, ada tiga jenis pesan yang lain: inferred messages, maintenance messages, dan unplanned messages. Continue reading “Menyiapkan Sebuah Konferensi Pers”

Mereka yang Beruntung Mendapat Kaos

logo-ultah-vlisa.jpg

Sesuai janjiku pada posting Setunggal Warso Vlisa.com pekan lalu, aku akan mengumumkan mereka yang berhak mendapatkan kiriman kaos.

And the t-shirt goes to

  1. Yodhia Antariksa
  2. Galih
  3. Andy Zoeltom
  4. Enwui
  5. Ale
  6. Nonadita
  7. Pepih
  8. Totok Sugianto
  9. Ramadhani
  10. Ratna Ariani
  11. Nukman Lutfie
  12. Mbulet

Selamat kepada para blogger yang beruntung. Aku akan segera mengirimkan kaosnya. Untuk itu, aku minta kesediaan teman-teman yang disebut di atas untuk mengirimkan alamat ke mana aku harus mengirim kaos lewat email: venturaelisawati[at]yahoo[dot]com. Terima kasih.

Jogja di kala liburan

Masih kosongTernyata cari kamar hotel di Jogja sama susahnya dengan cari kamar di rumah sakit saat anakkoe terserang demam berdarah. Itulah yang koealami minggu lalu. Berniat liburan ke Jogja pada 26-30 Juni, dan baru ingat mencari hotel pada 22 Juni.

Hampir semua hotel bintang 4 dan 5  di pusat kota Jogja koehubungi, sialnya semua fullybooked. Ada hotel (entah bintang berapa) di kawasan Malioboro, masih menyisakan kamar, namun harganya tak masuk akal. Apalagi kalau dibandingkan dengan kelas dan fasilitasnya. “Harganya ngepruk (mahal sekali),” kata teman di Jogja yang membantu mencarikan kamar. Continue reading “Jogja di kala liburan”

Setunggal Warso (1 Tahun) Vlisa.com

kaos-vlisa.jpgTak terasa, Juli ini genap 1 tahun usia blog ini, vlisa.com. Karena, tepatnya Juli 2007 lalu, blog vlisa.com hadir.

Pada mulanya, isi vlisa.com sekadar “showroom” dengan menu-menu statis, seperti siapa akoe dan aktivitas-aktivitaskoe. Ada juga tulisan-tulisankoe dan berita tentang akoe yang pernah muncul di media. Lalu, jepretan-jepretan kamerakoe. That’s all. Belum terpikir untuk melakukan posting tulisan atau topik secara rutin ke blog, seperti laiknya blog-blog lainnya.

Walau bukan masuk kategori blogger normal, toh akoe ikutan Pesta Blogger 2007 yang berlangsung pada akhir Oktober. Kopdar dengan para blogger membuat naluri nge-blog koe pun bangkit. Continue reading “Setunggal Warso (1 Tahun) Vlisa.com”