Tentang Perempuan Indonesia

PerempuanHarus Mandiri.

Di tengah kompleksitas persoalan sosial yang ada di negeri ini, dan kondisi perekonomian yang tidak stabil, maka kita kaum perempuan tidak bisa lagi menyandarkan hidupnya pada para laki-laki. Perempuan harus mandiri.

Kemandirian perempuan tak cuma di area keuangan, namun lebih dari itu. Perempuan juga harus mampu secara mandiri menyelesaikan dan menangani masalah-masalah yang dihadapinya. Tentunya dalam batas kewajaran etika sosial yang berlaku, agar kemandirian perempuan tidak menjadi kebablasan, apalagi jika perempuan itu sudah memutuskan untuk menikah dan berkeluarga.

Karena, menurut akoe, menjadi perempuan adalah kodrat yang sudah digariskan Tuhan. Menikah dan bekerja adalah pilihan. Dan ketika perempuan itu sudah memilih, ia harus menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Dan kemandirian perempuan akan terlihat dari kualitas dari apapun yang dilakukan.

Menjadi multi tasking.

Ada yang menyebutnya super women, namun akoe lebih suka istilah multi tasking, atau punya banyak talenta. Dengan kemandirian yang dimilikinya, perempuan perlu multi tasking, dan committed. Menjadi istri yang bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga, menjadi ibu untuk mencetak anak-anak Indonesia masa depan yang berkualitas, menjadi pekerja dan memberikan nilai positif pada perusahaan tempat ia bekerja, serta menjadi bagian dari masyarakat sosial, perlu dijalani secara simultan. Dan itu memerlukan kemampuan multi tasking, agar perempuan mampu menjalani semua peran itu dengan baik. Perempuan biasanya ingin terlibat di banyak hal, namun tanpa komitmen, perempuan hanya akan menjadi ”trouble maker”.

Tips:

Akoe selalu berpatokan bahwa hidup ini memiliki 4 sumbu hubungan: dengan Tuhan, pekerjaan/karir, keluarga dan masyarakat. Dan hubungan dengan 4 sumbu tersebut harus dikelola dengan seksama. Memang bentuk garis kita dengan 4 sumbu itu bisa berubah setiap saat, tergantung konsentrasi dan prioritas kita saat itu. Namun, sebagai pengelola sumbu itu, kitalah yang harus secara sadar memonitor bentuk sumbu itu agar tetap terjaga keseimbangannya. Bisa saja, saat ini, garis ke pekerjaan lebih dominan, namun kita harus tetap tahu, kapan garis itu harus dibuat normal kembali.

Leave A Reply

* All fields are required