HK 60 Tahun, What’s Next?

Kamis lalu, aku hadir di acara pesta ulang tahun Hermawan Kartajaya, pendiri MarkPlus and Co dan President Asia Pacific Marketing Associations, dan YW Junardi, salah satu petinggi Rajawali Corporation dan President Indonesia Marketing Association/IMA, yang ke-60, di Hotel Mulia Jakarta.

Meriah, ramai, sesuai trademark acara Hermawan Kartajaya alias HK dan Markplus selama ini.

Pesta ulang tahun? Ah, ternyata itu cuma trik. Sesuai pidato penyambutan tamu, HK mengakui hari ulang tahunnya jatuh pada Hari Pahlawan 10 November. Lah kok bisa? Continue reading “HK 60 Tahun, What’s Next?”

Kelas ICT di Markas Besar TNI

Selasa, 4 Desember lalu, saya berkesempatan mengajar sejumlah perwira menengah di Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Materinya seputar bagaimana aplikasi komunikasi korporat di perusahaan ICT semacam XL. Dan tentunya sebagian adalah berdasarkan pengalaman saya mengelola area itu, setidaknya selama sekian tahun (hingga Juni lalu, sebelum saya migrasi ke bagian marketing).

Bagaimana rasanya mengajar di depan bapak-bapak anggota TNI?

Mengasyikkan, seru, penuh jebakan, dan asyik dong, karena saya menjadi yang paling cantik di kelas. Maklum muridnya semua perwira laki-laki. Continue reading “Kelas ICT di Markas Besar TNI”

Ada Sinyal di Tempat Tersembunyi

Ternyata susah juga ya memenuhi komitmen satu posting tiap pekan. Membagi waktu untuk kehidupan pribadi dan blog itu benar-benar bikin — meminjam istilah Peggy Melati Sukma — pusing … pusing …. Akhir minggu ini benar-benar penuh dengan undangan. Ada kawinan, ada syukuran yang mau naik haji, ada syukuran anak teman yg telah disidi. Akibatnya, tak satupun tulisan berhasil diselesaikan untuk “sarapan” Senin pagi ini.

Anyway, saya punya satu pengalaman yang … wow. Sepulang kerja Jumat pekan lalun, saya hang out ke Bali. Beberapa teman mengundang makan malam bersama di sebuah resto di Ubud. Mungkin sudah ada yang pernah ke sana. Namanya Laka Leke. Continue reading “Ada Sinyal di Tempat Tersembunyi”

Internet Itu Bahaya Lho, Jeng …

Suasana arisan ibu-ibu di kompleks tempat tinggalku belakangan lagi seru. Mereka diskusi tentang “bahaya Internet”. Yah, apaan … tuh?

Begini ceritanya. Berapa waktu lalu di seputar tempat tinggalku beberapa orang berinisiatif membuat RT-RW net. Mereka bersekutu menyewa koneksi Internet lalu di-share baik melalui koneksi kabel maupun wireless.

Cara ini dirasa cukup murah dalam biaya koneksi bulanannya. Ongkos semula Rp 250 per bulan untuk unlimited access. Ketika anggotanya bertambah banyak, biayanya turun, cuma Rp 150 ribu. Continue reading “Internet Itu Bahaya Lho, Jeng …”

Kalau Bush Bisa, Kenapa SBY Nggak?

Suatu hari, anak saya yang berusia 7 tahun bercerita tentang White House. Dia bisa bertutur dengan fasih tentang Gedung Putih dan isinya. Ada Oval Office, West Wing, dan lainnya. Dia bahkan bisa bercerita tentang kegiatan Presiden AS George W. Bush dan First Lady Madame Laura. Saya takjub. Dari mana dia dapat info selengkap itu?

Ebhin – demikian nama anak lelaki yang kini duduk di klas 2 SD Madania ini – ternyata mendapatkan semua info dari Internet. Ya … Internet telah membuka cakrawala informasi baginya. Karena penasaran, saya pun ikut melongok rumah maya istana Presiden AS ini di White House for Kids.

Rumah maya yang didesain dengan konsep edutainment itu memang menarik untuk anak-anak. Tak cuma ada cerita dan gambar, tapi juga video. Semuanya ditampilkan dengan isi dan gambar cukup menarik untuk anak-anak. Continue reading “Kalau Bush Bisa, Kenapa SBY Nggak?”

Eksekutif Nge-Blog? Why Not?

“Kenapa nggak dituangin dalam tulisan atau bikin di blog aja sih, ide-ide atau gagasan itu?”

Demikian biasanya saran dari kawan-kawan setelah saya ngobrol dengan mereka tentang berbagai hal. Kepala saya memang biasanya sering dihinggapi banyak ide, gagasan, pemikiran apapun. Dan saat ngobrol dengan kawan mengenai topik-topik yang sedang hangat dan relevan dengan kompetensi atau minat saya, biasanya lalu muncullah sejumlah gagasan dari yang sederhana sampai yang aneh dan unik sekalipun. Buat saya, ya melatih otak untuk selalu berpikir, dan berpikir lebih kreatif.

Tapi, menulis dan bikin blog? Yang terbayang kemudian adalah kerepotan yang luar biasa.

Kapan nulisnya, dan bagaimana mengurus blog, termasuk menjawab pertanyaan yang masuk yang katanya harus direspon dalam waktu 1 x 24 jam? Continue reading “Eksekutif Nge-Blog? Why Not?”

Fenomena Blog Belt, Blogger, dan M-Blog

Wow … Begitu decak kagum banyak pihak ketika beberapa saat lalu majalah BusinessWeek memasukkan Jakarta — yang ditengarai mencatat 130.000 blogger — Beijing, Singapura, serta Mumbai sebagai empat kota Asia dalam “Blog Belt” dunia, dengan lalu lintas posting dan komentar terbesar di antara 30 kota dunia.

Wow … Terceplos lagi ketika menyaksikan Pesta Blogger 2007 digelar di Jakarta pada 27 Oktober lalu. Sekitar 500 blogger datang dari pelbagai penjuru Indonesia, bahkan dari mancanegara untuk “kopi darat” dengan rekan-rekannya yang selama ini hanya ditemui di dunia maya. Continue reading “Fenomena Blog Belt, Blogger, dan M-Blog”

Menikmati Pekerjaan

Enjoy aja. Itulah mottokoe. Artinya, akoe menikmati dan menjalankan setiap tugas dengan senang hati. Itulah resepkoe menjalankan semua aktifitaskoe. Belakangan ini akoe lumayan sibuk…roadshow solusi telco untuk small medium business/SMB, juga ”dagang” data card XL 3G HSDPA serta XL Blackberry. Ke wilayah-wilayah yang potensi bisnisnya dan target pasarnya ada.

surabaya2.jpg

Seru, dan menantang, karena setiap area dan segmen memiliki kebutuhan dan concern yang berbeda. Setiap target pasar mempunyai tingkat pemahaman terhadap teknologi yang beda pula. Nggak kenal nggak sayang, begitu pula dengan teknologi. Asyiknya, ketemu target pasar yang berbeda, komunitas baru, serta memperluas jejaring. Dan lebih dari itu, setiap intertaksi dengan pasar, selalu memunculkan gagasan atau ide baru. Continue reading “Menikmati Pekerjaan”

Tentang Telekomunikasi di Indonesia

Usai “Farewell party” RA

Seusai “farewell party” RA

Ada tiga jurus utama untuk memenangkan kompetisi di bisnis telekomunikasi. Tiga hal penting ini saya pelajari dari Rudiantara, mantan atasan -– yang sekarang jadi “juragan” semen — dan sekaligus mentorkoe di industri telekomunikasi. Tiga hal itu adalah akses terhadap dana, teknologi, dan regulasi. Continue reading “Tentang Telekomunikasi di Indonesia”

Tentang Perempuan Indonesia

PerempuanHarus Mandiri.

Di tengah kompleksitas persoalan sosial yang ada di negeri ini, dan kondisi perekonomian yang tidak stabil, maka kita kaum perempuan tidak bisa lagi menyandarkan hidupnya pada para laki-laki. Perempuan harus mandiri.

Kemandirian perempuan tak cuma di area keuangan, namun lebih dari itu. Perempuan juga harus mampu secara mandiri menyelesaikan dan menangani masalah-masalah yang dihadapinya. Tentunya dalam batas kewajaran etika sosial yang berlaku, agar kemandirian perempuan tidak menjadi kebablasan, apalagi jika perempuan itu sudah memutuskan untuk menikah dan berkeluarga. Continue reading “Tentang Perempuan Indonesia”