The art of relationship

Mbah Ti, begitu keluarga kami biasa memanggilnya. Dia pembantu kami, sejak nol tahun pernikahanku, yang hampir  20 tahun lalu. Dialah orang yang sempat menyaksikan kelahiran dan merawat kedua anakku  Wangi dan Ebhin.

Mbah Ti, memutuskan pensiun sejak 5 tahun lalu, “Kulo pun mboten kiyat nyambut damel  malih (red: saya sudah tidak kuat kerja lagi),” kata perempuan bernama lengkap Supartini yang sudah berumur 70 tahun lebih ini. Kami sekeluarga sempat mengantarkannya pulang sampai di rumahnya  di desa Papar, Pare, Kediri. Continue reading “The art of relationship”

Momentum goyang samba pasar data.

Beberapa  hari lalu, dalam sebuah diskusi internal di sebuah operator selular, tercetus sebuah pertanyaan, ”Bagaimana pasar  mobile data di tahun 2009?”  Sebuah pertanyaan yang menggelitik.

Sejatinya para pemain di industri ini sudah memiliki jawaban  pasti berikut perhitungan potensi pasarnya.  Namun, yang masih menjadi pertanyaan adalah  pada kesiapan   mereka  menggarap potensi pasar yang terus berkembang dari hari ke hari. Kalaupun jawabannya siap, maka kapan dan bagaimana, adalah issu selanjutnya yang juga mesti dijawab. Continue reading “Momentum goyang samba pasar data.”

Full Circle-nya YWJ

Minggu lalu aku terima pesan dari Husin Wijaya, konsultan MarkPlus, via ym (yahoo messenger), “VE, namamu ada disebut di buku Full Circle-nya pak Junardy, di bagian awal di segmen XL, he proud of you.”  Wow, jawabku spontan, dan penasaran tentunya. Bahwa,  pak Y.W. Junardy/YWJ  mempersiapkan sebuah buku perjalanan karir profesional, sejak beberapa bulan silam, aku memang sudah dengar. Kebetulan, rekan kerjaku semasa di SWA, Dyah Hasto Palupi, yang membantu YWJ menuangkan pemikirannya ini dalam bentuk buku, yang kemudian diberi judul “Full Circle”. Continue reading “Full Circle-nya YWJ”

Saatnya menangkap jejaring sosial di tahun 2009

Di luar dugaan, ternyata  2008 ini merupakan tahun penuh berkah bagi industri telekomunikasi bergerak  di Indonesia.  Secara umum industri mampu  tumbuh 10 kali dibanding angka pertumbuhan ekonomi nasional.  Hingga triwulan ke tiga  2008 tercatat 143,8 juta pengguna telepon (GSM+CDMA), naik 56% dibanding periode yang sama pada 2007 yang 92 juta. Angka  ini masih  lebih tinggi dari pertumbuhan pada 2007, yang mencapai peningkatan  50% dari kinerja pada 2006. Continue reading “Saatnya menangkap jejaring sosial di tahun 2009”

Komunitas, konsumen di era digital

Komunitas kini jadi tren dan hadir dalam beragam bentuk. Ini seakan menjawab kebutuhan masyarakat modern untuk saling bersosialisasi.

Sejatinya komunitas sudah hadir sejak manusia ada di dunia. Karena, hakikatnya, rasa  kebersamaan itu memang sudah ada di dalam diri manusia. Hanya mungkin dulu bentuk dan presentasinya berbeda. kala itu berbentuk paguyuban, baik yang sifatnya urusan pekerjaan, kesamaan hobi atau ketertarikan, atau kesamaaan profesi. Continue reading “Komunitas, konsumen di era digital”

Mendewasakan Industri Telekomunikasi

Bersaing, bagi pelaku industri adalah hal yang wajar. Karena sejatinya semua pelaku industri butuh pesaing (lawan) yang bisa dijadikan pendorong untuk memberikan yang terbaik bagi konsumennya. Itu semua akan terjadi bila pelaku industri telah dewasa, sehingga persaingan yang muncul pun persaingan yang sehat.

Tapi rupanya persaingan yang sehat belum nampak di industri telekomunikasi  seluler. Mau bukti? Baca saja ini. Perselisihan  2 operator selular besar (Telkomsel dan XL ) minggu lalu – yang dipicu oleh pembakaran materi promosi Telkomsel di daerah Sumatera Utara —  seakan menyadarkan semua pihak bahwa kompetisi di industri telekomunikasi sudah tidak sehat.  Bahkan Dirjen Postel Basuki Yusuf  Iskandar pun langsung bereaksi dan mengundang pimpinan kedua operator tersebut, untuk menjernihkan masalah yang cukup mencoreng citra industri ini. Continue reading “Mendewasakan Industri Telekomunikasi”

Tentang akurasi.

Saat menerima undangan (apapun), di kolom nama dan alamat yang diundang kerap dijumpai tulisan, ”mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan nama maupun jabatan”. Mungkin itu hanya masalah kecil, namun, itu disadari betul bahwa kesalahan penulisan nama – semisal dari Ventura menjadi Fentura atau jabatan General Manager di tulis hanya Manager saja  – bisa jadi menimbulkan rasa tidak enak ataupun dianggap kurang menghargai yang diundang. Continue reading “Tentang akurasi.”