Membayar Mahal untuk Sebuah Kampanye Negatif

• Ini adalah analisis atas tragedi Prita memperjuangkan haknya sebagai pelanggan.

Bagi para pelaku Public Relations/PR  korporasi besar, kolom Surat Pembaca di halaman 7 Harian Kompas adalah “momok”. Karena itu adalah halaman wajib yang mereka baca setiap pagi, sebelum ke kantor. Harapan mereka,  tentu saja, nama perusahaannya tidak muncul di halaman “sakral” tersebut.

Continue reading “Membayar Mahal untuk Sebuah Kampanye Negatif”

Kini saatnya kolaborasi.

Umumnya iklan selalu mewakili satu produk atau sebuah korporasi. Namun, saat-saat ini di televisi ada tiga produk yang berkolaborasi dalam sebuah iklan. Mereka adalah para  pemimpin pasar  di bidangnya, yaitu: Jamu tolak angin Sido Muncul, The Botol Sosro, dan Kacang Dua Kelinci. Mereka bertiga melakukan co-branding untuk mengkampanyekan “Cinta produk lokal”. Continue reading “Kini saatnya kolaborasi.”

Menangani media, gampang-gampang susah.

Beberapa hari lalu, terjadi sebuah diskusi ala warung kopi di dunia maya. Chit chat bermula ketika seorang kawan bercerita ihwal  acara konferensi pers sebuah produk TIK baru. Kawan tadi, yang kebetulan wartawan TIK, mengkritisi narasumber perusahaan pengundang. “Spokesperson-nya nggak kompeten, banyak penjelasannya yang bolong dan nggak didukung data atau rasional yang jelas,” ujarnya. Continue reading “Menangani media, gampang-gampang susah.”