Suatu hari di Garuda Executive Lounge di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Ketika hendak mengambil minuman, saya lihat kebanyakan tamu mengambil gula rendah kalori. Begitu juga saya.
Seorang tamu di sebelah saya lantas menyeletuk, “Kayaknya sekarang orang lebih suka gula rendah kalori ya. Padahal isinya juga mungkin sama aja. Kesuksesan marketing nih.” Setelah ngomong begitu, si tamu tadi juga mencomot gula rendah kalori untuk pemanis minumannya.
Asumsinya tidak salah. Setidaknya di tempat tersebut, stok gula rendah kalori lebih banyak, tiga kali lipat ketimbang gula biasa. Menurut cerita pelayan di sana, pengunjung memang lebih suka diet sugar.
Kalau kita lihat, di pasar ada beberapa merek gula rendah kalori. Mereka berebut pangsa pasar yang mungkin masih berupa niche market. Namun, diyakini pasar yang masih kecil ini akan tumbuh, seiring dengan trend gaya hidup masyarakat — terutama perkotaan — yang ingin sehat. Yang dimaksud dengan sehat di sini berkaitan dengan berat badan tidak berlebihan.
Jika kita cermati lebih lanjut, produk-produk makanan yang menjanjikan kesehatan dengan label “rendah kalori”, “cholesterol free”, memang banyak, dari susu, minyak goreng, mentega, minuman, sampai camilan. Makin hari, makin banyak ragamnya.
Itulah gambar kecerdikan produsen dalam membidik pasar. Gerakan gaya hidup sehat yang sedang trend di dunia, memang bisa menjadi tema yg tepat bagi produk-produk yang berlabel “sehat”, baik itu rendah kalori, sugar free, cholesterol free, maupun yang lainnya.
Masyarakat, terutama di kota metropolitan yang selama ini merasa gaya hidupnya kurang sehat, adalah pasar gemuk untuk barang-barang seperti itu. Mereka tergolong orang yang jarang bertemu matahari — berangkat saat hari masih gelap dan pulang pun sudah gelap). Mereka sering mengkonsumsi junk food, kurang olah raga, stres, menghirup udara yang sudah tercemar polusi.
Dengan positioning sebagai produk sehat, tampaknya membuat produk tersebut jadi lebih mudah masuk ke pasar dan diterima oleh target pasar yang dibidik. Setidaknya, produk-produk itu saat ini banyak aku lihat dikonsumsi kalangan menengah atas di Jakarta dan kota-kota metropolitan lainnya.
Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah produk yang berlabel rendah kalori, cholesterol free, ini isinya memang benar-benar sehat? Apakah label itu hanya trik pemasaran belaka?
Memang belum ada survei independen yang menjelaskan apakah janji dan isi memang sesuai, atau apakah konsumen menjadi sehat dan tidak gemuk karena mengkonsumsi makanan-makanan ini. Jangan-jangan konsep sehat yang dijalani konsumen bukan sekedar dari asupan makanan saja, tapi juga diimbangi kegiatan lain, seperti olah raga misalnya.
Yang jelas, sekali lagi terbukti, bahwa marketing adalah permainan persepsi. Konsumen produk-produk ini mungkin tidak peduli pada ingredient produk “sehat” yang dikonsumsinya. Bahkan membaca label dalam kemasannya pun tak pernah. Karena ketika persepsi itu sudah berhasil masuk ke dalam benak pelanggan, itu akan menjadi semacam sugesti yang cenderung menjadi believe pada produk tersebut.
Bagaimana menurut Anda?

nukman luthfie
Produk yang sehat beneran biasanya punya ciri-ciri “kurang enak” dibanding yang tidak sehat. Gula kalori rendah misalnya, tidak semanis dan seenak gula pasir. Cuma, karena memang menuntut kesehatan, konsumennya toleran terhadap kekurangenakan ini. Meski tidak baca label dan ingrediennya, lidah mereka yang mengonsumsi makanan sehat ini bisa membedakan mana yang sehat dan mana yang sehatpalsu
lee
wah, ide produk sehat emang lagi booming banget yah?apalagi untuk indonesia yg lumayan suka ama tren baru. Salut buat para produsen yg bisa mem-positioningkan produknya, terlebih dari iklan2nya yang betul2 menguasai “benak” konsumen yang ingin hidup lebih sehat:) (termasuk aku..hihi) buat contoh aja, green tea semua pada tau ya? produk teh ini katanya bikin “lebih sehat” (go healthy) padahal embrio si green tea ini kan dari sononya ga ada gulanya… yg notabene betul2 sehat (sugar free so non fat lah ya) tape, aku yg wong asli indonesia kayanya kurang sreg ya ma rasa yg pait 🙁 jadi si empunya produk hebat juga ya… bikin manis produknya jadi aku suka deh + iklannya yg kalo kita minum ini semua jadi lebih green lebih hidup, fresh (xxx tea) hihi lucu juga ya… gw salah satunya yg terbenaki oleh hal ini…TOP deh ya org2 iklan.
mba… blognya keren euy…:)
enov
Bener juga, sebagian besar barang yang saya konsumsi memang karena “termakan” promosi atau terpengaruh kawan yang sudah pakai terlebih dahulu
kris
biasanya orang kan beli cuma karena ada iklannya aj
hehehe
termasuk saya…
prediksitogelwap
bagus bos buat artikelnya dan sangat mantap dan menarik
Vlisa
thank you