Presiden Pilihan Anak

Jumat sore, sepulang dari sekolah, anakku bercerita. “Tadi di sekolah ada simulasi pemilihan presiden sekolah, asyik, ” ungkap Ebhin, 9 tahun, siswa kelas 3, sebuah Sekolah Berwawasan Internasional di Parung.

kursi presiden
kursi presiden

Ternyata, di sekolah itu baru saja dikunjungi Puteri Indonesia Pendidikan 2008, Amanda Putri W, yang bersama Koran anak Berani melakukan pendidikan politik di sekolah-sekolah dasar.  Dalam simulasi presiden dan wakilnya untuk kelas 1-4,  dimenangkan  pasangan Aldo dan Jaka, anak kelas 4.

Kenapa pasangan Aldo – Jaka bisa menang?  Pasangan ini dalam kampanyenya membawa “janji”  untuk  menambah waktu istirahat dari 20 menit menjadi 30 menit, dan menurunkan harga makanan di kantin sekolah.

Di sekolah itu memang ada dua kali istirahat, untuk snack time dan lunch time. Keduanya selama ini cuma 20 menit.  “Ya kalau cuma 20 menit kan cuma habis buat makan, kita nggak sempat main-main,” jelas Ebhin, dengan antusias.

Nah, kalau soal harga makanan di kantin? Memang di kantin sekolah tersebut dilayani  sebuah perusahan katering yang dipilih melalui sistem tender. Walau diseleksi, namun, jika sudah terpilih perusahaan katering itu akan menjadi penguasa tunggal kantin alias monopoli. Artinya pengelola kantin bisa mematok harga semaunya, dan pembeli tak punya pilihan lain.

Aldo –Jaka, bisa memilih pilihan tema kampanye yang cerdik dan mengacu pada kebutuhan “rakyat” di situ. Dan itulah kunci kemenangannya. Lha kamu memilih siapa? Tanya ke Ebhin.  “Itu sih rahasia. Pemilu kan rahasia,” ujar Ebhin.

Nah bisakan Capres Cawapres negeri ini, belajar dari simulasi ini, dengan menemukan persoalan riil yang tengah dihadapi rakyat, untuk diperbaikan?

3 Responses

  1. 28 March 2009 at 11:17 pm

    komeng lagi di sini aaahhh….
    salut deh buat anak2.. hhhmmm… *jangan ingkar janji kalau sudah jadi presiden ya? 😀

  2. 2 April 2009 at 3:37 pm

    duuh… Ebhin ini, kelas 4 udah jago 🙂

    Utk capres yg membawa isu2 rakyat sih ada bbrp yang menarik aku temui pas kampanye. Cuma masalahnya aku pesimis duluan, kyknya mrk cuma jago di kampanye aja, seolah2 semuanya bisa diatasi dgn mudah padahal kan permasalahannya sangat kompleks. Emangnya dia selama ini ngapain ajaa? apa hanya dgn jd presiden baru bisa membuat perubahan spt yg digembar-gemborkan pas kampanye? 🙂

  3. 10 May 2009 at 12:08 pm

    Setuju….
    Contohnya, serahkan saja ke ahlinya.

Leave A Reply

* All fields are required

*