Sep 01

Internet, kehadiran tehnologi web 2.0 telah mengubah pola komunikasi – yang berbasis pesan — kini bersifat  dua arah.  Dimana kekuasaan, keputusan dan yang mempengaruhi sebuah keputusan ada di tangan target audience. Media tradisional masih tetap penting, tapi ia tak sendirian lagi “mengusai” ranah publikasi. Media ini mesti “berkolaborasi” dengan cyberspace.

Suatu fakta dipaparkan News Group International bahwa  67%  bisnis/ekonomi dijalankan melalui WOM/Word of Mouth.  Sementara angka lain menyatakan bahwa di dunia nyata 80% pelaku bisnis merasa  telah memberikan pelayanan  yang luar biasa pada pelanggannya, tapi nyatanya hanya 8%  pelanggan yang kemudian berkenan menceritakan pengalaman indahnya itu.

Dan disitulah  letak kekuatan  viral adalah WOM (Word of Mouth) communication.  Ya, tehnologi internet dan aplikasinya yang menunjang keberhasilan WOM di ranah maya, cukup copy paste, forward, broadcast, dan sebagainya. Bahkan menurut Mazen Nahawi, President News Group International, internet telah menjadi sumber no 1 untuk para jurnalis di dunia.

Budaya WoM di ranah maya telah  membawa model dan budaya baru dalam pemasaran (dan penjualan) maupun komunikasi.  Semuanya terukur oleh mesin. Untuk bidang pemasaran dan penjualan misalnya. Dari deteksi potensi pasar, pemahaman perilaku pasar dan target pelanggan, hingga transaksi bisa digarap secara online. Dan setiap tahapannya bisa diukur.

Untuk pencitraan perusahaan maupun personal sama saja. Melalui SEO/Search Engine Optimizing, segalanya bisa dipantau dan diukur. Setidaknya, tokoh fenomenal Barack Obama telah melakukannya dan sukses sampai tahap ini. Kampanyenya sejak setengah tahun banyak mengandalkan sistem viral, melalui sms, jejaring sosial. Bahkan saat mengumumkan calon wapres-nya Joe Biden, Obama mengirim 2,9 juta sms ke pendukungnya. Luar biasa jika ia memiliki data base pendukung sebesar itu.

Di Indonesia, dengan pertumbuhan pengguna internet yang rata-rata 40%/tahun, tren blogging dan social networking, serta  pengguna telepon selular yang kini sudah mencapai 125 juta bisa menjadi ujung tombak WoM.

Era digital yang sedang kita mulai, membuka paradigma baru.  Digital marketing kini mulai ramai diperbincangkan dan diaplikasikan. Begitu pula digital communication, baik untuk komunikasi produk maupun korporasi. Sejauh mana kita sebagai pelaku siap memasukinya dan mendapatkan hasil maksimal dari kemajuan teknologi ini?

6 Responses to “ WoM : kecepatan viral di era tanpa batas. ”

  1. agus Says:

    imho, digital marketing akan berubah drastis saat Google cs meluncurkan OS Android untuk HP.
    Tebakan saya, OS ini bisa dijual sangat murah atau bahkan gratis kepada produsen handset. Harga jual ke end user akan turun mayan banyak. Enak kan?hehehe
    Satu satunya efek/imbas negatifnya adalah munculnya adwords di hape kita. cmiiw

    Salam
    Agus

  2. eko Says:

    internet memang sudah banyak merubah paradigma bisnis di seluruh dunia…

  3. MangoAddict Says:

    WoM lewat media internet, lebih enaknya lebih gampang di urusan Metric (bisa diukur).

    @Agus - Android will always be FREE. Bisa bikin pabrik HP sendiri loe :) dan bisa kasih gratis kartunama untuk tiap pembelian :)

  4. agus Says:

    @mango,
    hahaha, ide low boleh juga van hahaha

  5. Bambang Haryanto Says:

    Bahasan menarik. Saya pernah berusaha “menjual” ilmu viral ini, diilhami Seth Godin dengan The Unleashing The IdeaVirus, untuk bakal calon gubernur Jateng. Sayang ia tak terpilih untuk partainya, jadi ilmu virus WOM itu masuk album kembali.

  6. vlisa Says:

    Mas Bambang, siapa tahu ilmu WoM nya yang sudah masuk album sekarang bisa dibuka kembali. kan pasarnya banyak….dan aplikasinya juga bisa disesuiakan dengan kebutuhan da nsituasinya. Good luck…selamat mencoba kembali.

Leave a Reply