Membayar Mahal untuk Sebuah Kampanye Negatif

• Ini adalah analisis atas tragedi Prita memperjuangkan haknya sebagai pelanggan.

Bagi para pelaku Public Relations/PR  korporasi besar, kolom Surat Pembaca di halaman 7 Harian Kompas adalah “momok”. Karena itu adalah halaman wajib yang mereka baca setiap pagi, sebelum ke kantor. Harapan mereka,  tentu saja, nama perusahaannya tidak muncul di halaman “sakral” tersebut.

Continue reading “Membayar Mahal untuk Sebuah Kampanye Negatif”

Heboh BlackBerry Kloning

Sejak akhir  minggu lalu, sejumlah pengguna BlackBerry di tanah air terusik.  Karena tiba-tiba mereka tidak bisa lagi menggunakan layanan BlackBerry –nya/BB.  Mendadak PIN nya  tidak dikenali, dan otomatis layanan data yang biasanya dinikmati melalui handheld buatan RIM/Research In Motion ini jadi mandul.

The power of digital

Saat ini, kerap kita jumpai di sejumlah milis produk (gadget, kamera, mobil, dan lainnya),  anggota milis minta testimoni tentang sebuah toko, produk baru,  kredibilitas pedagang, sebelum mereka melakukan transaksi.

Presiden Pilihan Anak

Jumat sore, sepulang dari sekolah, anakku bercerita. “Tadi di sekolah ada simulasi pemilihan presiden sekolah, asyik, ” ungkap Ebhin, 9 tahun, siswa kelas 3, sebuah Sekolah Berwawasan Internasional di Parung.

Kini saatnya kolaborasi.

Umumnya iklan selalu mewakili satu produk atau sebuah korporasi. Namun, saat-saat ini di televisi ada tiga produk yang berkolaborasi dalam sebuah iklan. Mereka adalah para  pemimpin pasar  di bidangnya, yaitu: Jamu tolak angin Sido Muncul, The Botol Sosro, dan Kacang Dua Kelinci. Mereka bertiga melakukan co-branding untuk mengkampanyekan “Cinta produk lokal”.

Plus minus Monolithic brand

Diskusi tentang brand atau merek, memang tak pernah usai. Terutama terkait dengan strategi yang dipilih perusahaan yang memiliki beberapa produk/ layanan.  Apakah mau menerapkan strategi banyak merek atau single brand atau kerap disebut monolithic brand.

PR di era digital

Perkembangan pesat dunia internet, telah mempengaruhi banyak hal. Contoh yang paling anyar,  adalah bahwa kemenangan Obama menjadi presiden Amerika Serikat adalah juga karena peran internet. Kepiawaiannya memanfaatnya media  jejaring sosial di dunia maya lah yang membawanya  ke Gedung Putih.

Komunikasi di saat krisis.

Ketika segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya, itulah krisis.  Contohnya, krisis terjadi ketika jaringan telekomunikasi tiba-tiba tidak berfungsi selama beberapa jam, atau  sebuah produk makanan diisukan haram  dan sudah terlanjur beredar di pasaran. Ini saatnya crisis management bekerja dan alarm crisis communication dinyalakan.

Menghadapi one on one interview

Seperti sempat dibahas sebelumnya, bahwa situasi  1on 1 interview, biasanya terjadi saat wartawan/media memerlukan informasi dari perusahaan. One on one ada dalam beberapa bentuk. Yaitu:  wawancara langsung (face to face), atau melalui telepon. Dan medianya pun beragam, bisa print, radio, digital, televisi.

Menangani media, gampang-gampang susah.

Beberapa hari lalu, terjadi sebuah diskusi ala warung kopi di dunia maya. Chit chat bermula ketika seorang kawan bercerita ihwal  acara konferensi pers sebuah produk TIK baru. Kawan tadi, yang kebetulan wartawan TIK, mengkritisi narasumber perusahaan pengundang. “Spokesperson-nya nggak kompeten, banyak penjelasannya yang bolong dan nggak didukung data atau rasional yang jelas,” ujarnya.