Archive for April, 2008

Apr 28

Setiap pagi jutaan orang menyerbu Ibu Kota Jakarta. Mereka dari pinggiran (atau istilahnya: Jakarta coret), seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Mungkin saja sejak subuh mereka sudah mulai menggerakkan langkahnya menuju tempat mereka bekerja, menghabiskan waktu antara 1- 3 jam, di tengah macet dan padatnya jalanan.

Mereka kita sebut sebagai kaum penglaju (commuters), orang-orang yang pulang pergi setiap hari untuk bekerja. Yang menarik dicemati adalah apa yang mereka lakukan selama dalam perjalanan, yaitu mencari dan berbagi informasi dan berkomunikasi.

Di KA eksekutif, misalnya, penumpang umumnya menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan sesama penumpang, membaca koran, menelpon, berkirim SMS, chatting, dan tak jarang traksaksi bisnis pun terjadi.

Di kendaraan pribadi, perilakunya juga mirip, hanya mereka memiliki keleluasan lebih. Selain membaca koran, sembari mendengar radio atau memonitor berita pagi melalui TV mobilnya, mereka juga bisa browsing email via gadget-nya. (more…)

Apr 28

Batik sedang booming. Di mana-mana, terutama di metropolitan, terlihat orang-orang pakai batik. Ya lelaki, perempuan, tua muda, bahkan para remaja. Tak cuma di acara-acara resmi (menghadiri perkawinan, dan lainnya), tapi juga di kantor-kantor, jalan-jalan di mal.

batik.jpg

Tak dinyana, batik yang selama ini dianggap busana tradisional, telah melejit jadi “seragam” sehari-hari. Model dan warnanya pun makin beragam dan cute. (more…)

Apr 21

Hari Minggu kemarin, aku ikut acara Green Festival di kawasan Senayan, Jakarta. Di hari terakhir acara, ribuan warga Jakarta memadati lokasi.

Kali ini, aku tak akan banyak bercerita, melainkan sekadar memajang beberapa foto di acara Green Festival itu. Aku (nomor 2 dari kanan) ikut menanam pohon bersama Ibu Erna Witoelar, dan Menristek bapak Kusmayanto Kadiman

menanam pohon (more…)

Apr 21

>> Kartini ternyata juga ngeblog.

Hari ini, tepat 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara Jepara 21 April 1879 dan meninggal di Rembang 17 September 1904 . Dia seorang tokoh Jawa dan pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Sejak pagi, di radio-radio, sekolah-sekolah bahkan sejumlah kantor, lagu Ibu Kita Kartini dikumandangkan. Anak-anak sekolah, sudah sibuk sejak beberapa hari sebelumnya menyiapkan busana daerah untuk perayaan Kartini di sekolahnya. Tak kalah dengan anak-anak, para perempuan dan ibu-ibu pun juga sibuk. Mereka berdandan khusus, berkebaya, dan beberapa di antaranya dalam menyapa menyelipkan, ucapan, “Selamat hari Kartini, ya.”

Itulah pemandangan rutin yang muncul setiap 21 April. Kebaya, perlombaan busana nasional sesekali diwarnai dengan sejumlah dialog tentang peran ganda perempuan. Rituil yang sama terus diulang, dan lagu Ibu Kartini pun diputar, yang hanya saat perayaan itu. Tanpa upaya memaknai Kartini dan perjuangannya sesuai dengan jamannya, perayaan kelahiran Kartini rasanya jadi kehilangan nilai ketika pergolakan pemikiran Kartini tak menjadi nafas dari perayaan itu sendiri. (more…)

Apr 14

Minggu lalu saya ditelepon petugas layanan pelanggan kartu kredit sebuah bank internasional yang saya langgani. Dia menginformasikan bahwa mulai April ini tagihan kartu kredit saya akan dikirim via email, bukan laporan tercetak yang dikirim ke alamat tagihan.

Petugas itu juga meyakinkan, kendati dikirim via surat elektronik, bank tersebut memastikan keamanannya dari pelbagai kemungkinan kejahatan di dunia maya.

Wah, kemajuan nih, pikir saya. Biasanya, kalau tagihan itu dikirim ke rumah, acapkali terlambat, dan sering kali terselip di tumpukan koran atau kertas yang menggunung di rumah. Dengan menggunakan email, sudah pasti tagihan bisa langsung ke penerima/pemilik kartu kredit, dan lebih cepat tentunya.

Inilah salah satu dampak positif Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pengiriman dokumen elektronik — salah satunya tagihan kartu kredit via email — sudah dianggap dokumen yang sah. (more…)