Begitulah berita yang seda marak ditulis di pelbagai media beberapa hari belakangan ini. Rencana ganti logo bank terbesar di Indonesia ini sempat jadi bahan perbincangan di sejumlah milis, terutama, karena biayanya yang kabarnya mencapai Rp 40 miliar. Cukup spektakuler, dan “mengguncang” apalagi berita ini menggema di tengah pelbagai bencana sedang melanda negeri ini.
Pertanyaan mendasarnya: ngapain ganti logo lagi?
Kebetulan dalam satu kesempatan minggu lalu, saya sempat berbincang dengan salah satu petinggi Bank Mandiri tentang penggantian logo tersebut. Dari petinggi itulah saya mendapatkan penjelasan tentang alasan penggantian logo.
Pertama-tama, menurut petinggi itu, setelah hampir 10 tahun beroperasi menggunakan nama Bank Mandiri dan logonya, manajemen Bank Mandiri merasa persepsi masyarakat tentang bank tersebut adalah bank untuk segmen korporat, bukan untuk retail market.

