Sedekah Comment: Narsisme Malu-malu

Kawanku, seorang petinggi perusahaan ternama, mulai keranjingan ngeblog. Dia rajin posting tentang kehidupan maupun pencerahan yang sangat bermanfaat bagi sesama.

“Bagus blogmu,” begitu komentarku ketika bertemu dia.

Dia lalu bercerita tentang asyiknya ngeblog. “Bisa mengekspresikan apa yang kulihat, kurasakan, juga ide-ide yang ada di kepala,” begitu dia bercerita.

“Pada mbek akoe (sama dengan saya),” jawabku.

Tapi, kemudian dia mulai mengeluh. “Kelihatannya blogku nggak ada yang baca ya?” ujarnya dengan mimik serius. Continue reading “Sedekah Comment: Narsisme Malu-malu”