
Hingga minggu ketiga Januari 2008, saya masih belum mampu memahami betul arti kampanye “Visit Indonesia Year 2008″ yang diluncurkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia Jero Wacik pada akhir 2007.
Mungkin karena untuk urusan ini saya agak kurang cerdas atau masih kaget karena sebelumnya membaca berita peluncuran website resmi Visit Indonesia Year 2008, yang kabarnya menelan biaya Rp 17,5 miliar.
Tahun kunjungan wisara tahun ini — kalau melihat tagline yang menyertai logonya — terkait dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Pemanfaatkan momentum memang tidak salah, tapi apa maknanya bagi target pasar yang ingin digaet, yaitu wisatawan asing maupun nusantara?
“So what gitu lho?” begitu komentar sejumlah kawan yang saya tanya tentang arti “Celebrating 100 Years of National Awakening” yang menyertai logo Visit Indonesia Year 2008. (more…)

