Hobikoe
Kalau ada yang tanya, apa kesenangankoe, akoe selalu bingung menjawabnya. Karena akoe punya banyak kesenangan dan ketertarikan. Tapi, ada yang rutin akoe lakukan, yaitu baca buku (apa saja), memotret, searching internet, jalan-jalan cari makanan enak.Setiap akhir pekan, biasanya aku menyiapkan buku untuk bacaan weekend.
Buatku, ”buku adalah tempat aku bertanya kalau aku lagi bingung”. Dan sekarang dengan perkembangan teknologi, akoe bisa mencari informasi apa yang melalui internet. Buku-buku yang belakangan ini akoe baca adalah: The Long Tail, blog marketing. Tapi akoe juga baca novel-novel ringan karya John Grisham, Danielle Steel, Sidney Sheldon saat ingin refreshing. Atau baca tabloid remaja yang biasa dibeli anakkoe Wangi, seperti Teen, Bintang. Atau mengintip bacaan ebhin, yang gemar sekali membaca buku-buku Einsten dan tentang Dinosaurous. Jika sedang bepergian keluar kota, maka toko buku Periplus yang ada di hampir setiap Bandara, selalu menjadi tempat langganan koe.
Memotret
Adalah hobi iseng-iseng yang ingin kulakukan dengan kualitas. Saat masih menjadi wartawan SWA, aku seringkali jalan dengan para photografer. Dari mereka aku belajar bagaimana mengambil angle yang menarik dari sebuah object foto, agar sebuah gambar bisa bercerita. Ketika bekerja di XL pun, akoe masih kerap berurusan dengan photografer, saat harus menyiapkan materi-materi komunikasi korporat. Mungkin itulah yang kemudian membawakoe untuk mengikuti kelas foto basic di tempat Darwis. Sekali waktu pernah juga lho aku ikut pameran foto. Sebagain hasil jepretankoe bisa dilihat di situs ini. Masih belum banyak sih, karena belakangan ini, akoe tak punya waktu untuk ikut hunting foto. Setiap weekend, waktunya terserap untuk mengurus ekskul lainnya, dan berkegiatan dengan anak-anakkoe. Sehingga, saat dinas ke daerah, jika memungkinkan, akoe sempatkan jepret sana, jepret sini.
Spa dan Refleksi
Spa dan Refleksi Itu adalah kegiatan ”wajib” yang setidaknya akoe lakukan setiap 2 minggu sekali. Akoe punya banyak referensi tempat spa yang asyik di setiap kota yang pernah akoe kunjungi. Biasanya akoe menyempatkan untuk spa di saat luang saat di luar kota. Dan Bali, menurutkoe adalah surga untuk spa. Akoe, bahkan punya buku petunjuk Spa dan tempat makan di Bali. Ada beragam spa di sana, dari yang murah hingga mahal. Menakjubkan mencermati kreatifitas spa yang ada di Bali. Salah satu yang cukup eksotik adalah holistic spa di Prana Spa- Seminyak.
Refleksi, rasanya sakit, tapi bikin kecanduan. Mula-mula akoe kenal refleksi gara-gara menghabiskan waktu di bandara saat pesawat delay. Dari situ lah, akoe mulai kecanduan. Setidaknya 2 minggu sekali akoe berpijak refleksi. Hampir semua tempat refleksi di pelbagai bandara, pernah aku kunjungi.
Tips:
Buat yang suka nyoba hal-hal baru. Resep perawatan tubuh dengan low budget pakai bahan2 alami yg ada di sekitar kita. Kemiri (pilih yg bagus) diblender (yg u kopi). Rebus batang serai, dan ambil airnya. Tiap kali mau memakai, campurkan bubuk kemiri dan air serai secukupnya, balurkan seperti menggunakan lulur. Hasilnya, kulit menjadi lembab dan efeknya long lasting,
Makan dan menemukan tempat makan yang enak dan asyik
Selain spa, hobi koe yang lain adalah mencari tempat makan yang enak dan tempatnya asyik. Di setiap kota yang aku singgahi, jika akoe menemukan tempat makan, dan macth dengan lidahkoe, langsung datanya masuk ke bookmark hp-koe. Makanya, akoe pernah suntuk berat, ketika kehilangan hp, yang sudah saat dengan data tempat makan. Bahkan, akoe sering menjadi ”source person” buat kawan-kawankoe yang ingin tahu tempat makan di suatu wilayah. Jika ke Jogja, jangan lupa mampir ke tempat Cak Koting, atau makan di resto Pecel Solo, makan nasi beras merah di gunung Kidul atau nenteng ayam goreng mbok Sabar saat pulang. Kalau ke Semarang, akoe selalu mampir makan ke resto Nglaras Roso – masakan rumahan yang yummy rasanya, atau lesehan di simpang lima di dekat hotel Horison. Atau jika berkendara, sampai di Comal, akoe paling suka mampir makan kepiting di resto Prima atau warung pak Kardi.
Koleksi “mobil”
Inginnya koleksi mobil, seperti pengacara terkenal yang tinggal di kawasan Pondok Indah. Di mana, deretan mobil koleksinya berjajar di halaman rumahnya. Tapi, nasib baru sampai koleksi mobil-mobilan atau toys car. Hobi ini bermula ketika menemani anak koe lanang, yang gemar berburu Hotwheels. Dari tayangan TV kabel yang khusus anak-anak – belakangan ia pun sudah mulai searching di www.hotwheels.com – ebhin kerap dapat info tentang model-model hotwheels. Jadilah akoe kerap nongkrong bengong di toko mainan, nunggu ebhin memilih mobil2an. Dari bengong, iseng, lalu aku pun kepincut ikut mengoleksi mobil-mobilan. Jika ebhin fanatik dengan hotwheels, yang berkesan futuristik. Akoe lebih tertarik dengan Tomica, cars, untuk dikoleksi. Cars, adalah mobil-mobilan dengan trademark –nya ada 2 mata di depannya, buat koe lebih menghibur. Modelnya lucu, dan ”ramah” dan berkesan ”hidup”. Bola matanya seakan mengajak kita untuk berkomunikasi. Sehingga memandang koleksi cars-koe, stres, lelah pun berkurang. Koleksi mobil-mobilan ini membuat kami (aku dan ebhin) acapkali bersitegang. Betapa tidak. Mobil2 an koe adalah mobil koleksi, koe simpan di lemari kaca. Sementara mobil2an ebhin, adalah mainan atraksi, yang bisa dibanting. Jika ebhin naksir koleksi koe, tiba2 barang itu sudah keluar dari lemari, dan dia pakai untuk ”atraksi”, layaknya hotwheels. Jadilah kami bersitegang, beradu argumentasi, tentang kenapa yang ini hanya boleh dilihat saja, sementara yang itu boleh di”banting”. Ramai, dan seru.


