Saat ini jika kita googling kata Maut, yang muncul di halaman 1 adalah artikel kecelakaan di Tugu Tani akhir minggu lalu yang tewaskan 9 orang, dimana penabrak mengendarai mobil Xenia. Sebaliknya bila kita klik kata kunci Xenia, berita serupa juga yang akan muncul di halaman 1 google. Maknanya kedua kata tersebut sudah menjadi sebuah kesatuan, Xenia ya Maut, begitu sebaliknya. Dan kata Maut sudah menjadi atribut bagi merek Xenia. (more…)
Melalui konten di internet, seseorang bisa berbuat sesuatu. Dari sekadar mencari kawan, bergaul, berbuat sosial untuk sesama, sampai mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Ketika musibah Merapi berlangsung, internet terbukti menjadi salah satu media yang punya kekuatan. Dari internet tak hanya disuguhkan informasi tentang kondisi terkini Merapi, tapi juga evakuasi korban, keberadaan pos pengungsian, kebutuhan pengungsi, kurangnya relawan, dan bahkan perilaku aparat yang masih sempat “main-main” di tengah bencana. (more…)
Akhirnya, 14 Desember 2010, buku Setahun Koin Keadilan resmi diluncurkan. Banyak aktivitas sosial dilakukan, social media digunakan untuk mengaselerasi kegiatan sosial tersebut. Tapi tidak semua kegiatan sosial bisa mengajak pelibatan masyarakat. (more…)
Aktivitas pengumpulan koin keadilan untuk Prita terlahir karena sebuah spontanitas milis sehat dan komunitas Langsat, pada Desember 2009. Dalam hitungan hari telah menjadi isu terhangat di media mainstream. Dimana semua media saling berlomba menampilkan berita tentang koin keadilan dari pelbagai sudut pandang. (more…)
Content is a king. Begitulah semboyan penting di era user generated content ini. Masa dimana setiap orang ingin terlibat, dan turut menyediakan konten, tak cuma sebagai konsumen konten. Tak mengherankan seperti dilaporkan Comscore , bahwa Indonesia merupakan pengunjung tertinggi situs jejaring sosial twitter.
