Delapan nilai-nilai Pertamina

Di halaman 11 Kompas edisi 2 Januari 2010, muncul iklan setengah halaman tentang  pencitraan Pertamina. Ada 8 nilai Pertamina yang disampaikan dalam iklan tersebut. Yaitu: Kebanggaan bangsa, Kerja keras, Semangat Baru, World Class Oil Company, Transformasi, Energi Baru, Pertamina Clean. Dan sepertinya Pertamina ingin menonjokkan ”Kerja Keras” ebagai energi mereka dalam berkiprah. Continue reading “Delapan nilai-nilai Pertamina”

Membayar Mahal untuk Sebuah Kampanye Negatif

• Ini adalah analisis atas tragedi Prita memperjuangkan haknya sebagai pelanggan. Bagi para pelaku Public Relations/PR  korporasi besar, kolom Surat Pembaca di halaman 7 Harian Kompas adalah “momok”. Karena itu adalah halaman wajib yang mereka baca setiap pagi, sebelum ke kantor. Harapan mereka,  tentu saja, nama perusahaannya tidak muncul di halaman “sakral” tersebut.

PR di era digital

Perkembangan pesat dunia internet, telah mempengaruhi banyak hal. Contoh yang paling anyar,  adalah bahwa kemenangan Obama menjadi presiden Amerika Serikat adalah juga karena peran internet. Kepiawaiannya memanfaatnya media  jejaring sosial di dunia maya lah yang membawanya  ke Gedung Putih.

Komunikasi di saat krisis.

Ketika segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya, itulah krisis.  Contohnya, krisis terjadi ketika jaringan telekomunikasi tiba-tiba tidak berfungsi selama beberapa jam, atau  sebuah produk makanan diisukan haram  dan sudah terlanjur beredar di pasaran. Ini saatnya crisis management bekerja dan alarm crisis communication dinyalakan.

Menghadapi one on one interview

Seperti sempat dibahas sebelumnya, bahwa situasi  1on 1 interview, biasanya terjadi saat wartawan/media memerlukan informasi dari perusahaan. One on one ada dalam beberapa bentuk. Yaitu:  wawancara langsung (face to face), atau melalui telepon. Dan medianya pun beragam, bisa print, radio, digital, televisi.

Menangani media, gampang-gampang susah.

Beberapa hari lalu, terjadi sebuah diskusi ala warung kopi di dunia maya. Chit chat bermula ketika seorang kawan bercerita ihwal  acara konferensi pers sebuah produk TIK baru. Kawan tadi, yang kebetulan wartawan TIK, mengkritisi narasumber perusahaan pengundang. “Spokesperson-nya nggak kompeten, banyak penjelasannya yang bolong dan nggak didukung data atau rasional yang jelas,” ujarnya.

The art of relationship

Mbah Ti, begitu keluarga kami biasa memanggilnya. Dia pembantu kami, sejak nol tahun pernikahanku, yang hampir  20 tahun lalu. Dialah orang yang sempat menyaksikan kelahiran dan merawat kedua anakku  Wangi dan Ebhin. Mbah Ti, memutuskan pensiun sejak 5 tahun lalu, “Kulo pun mboten kiyat nyambut damel  malih (red: saya sudah tidak kuat kerja lagi),” kata […]

Tentang akurasi.

Saat menerima undangan (apapun), di kolom nama dan alamat yang diundang kerap dijumpai tulisan, ”mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan nama maupun jabatan”. Mungkin itu hanya masalah kecil, namun, itu disadari betul bahwa kesalahan penulisan nama – semisal dari Ventura menjadi Fentura atau jabatan General Manager di tulis hanya Manager saja  – bisa jadi […]

Award…..pentingkah?

Saat ini, ada 2 jenis “prestasi” yang  gemar diburu  sejumlah perusahaan di  Indonesia. Yaitu:  award dan rekor MURI. Lihat saja iklan-iklan sejumlah perusahaan  yang  memamerkan pelbagai penghargaan yang sudah berhasil mereka peroleh. Deretan penghargaan tentu saja diharapkan dapat meningkatkan awareness, citra, juga  kredibilitas perusahaan. Apalagi jika penghargaan itu diberikan oleh organisasi yang dinilai credible oleh […]