Saat ini jika kita googling kata Maut, yang muncul di halaman 1 adalah artikel kecelakaan di Tugu Tani akhir minggu lalu yang tewaskan 9 orang, dimana penabrak mengendarai mobil Xenia. Sebaliknya bila kita klik kata kunci Xenia, berita serupa juga yang akan muncul di halaman 1 google. Maknanya kedua kata tersebut sudah menjadi sebuah kesatuan, Xenia ya Maut, begitu sebaliknya. Dan kata Maut sudah menjadi atribut bagi merek Xenia. (more…)
Archive for the ‘PR side’ Category
Akhirnya, 14 Desember 2010, buku Setahun Koin Keadilan resmi diluncurkan. Banyak aktivitas sosial dilakukan, social media digunakan untuk mengaselerasi kegiatan sosial tersebut. Tapi tidak semua kegiatan sosial bisa mengajak pelibatan masyarakat. (more…)
Aktivitas pengumpulan koin keadilan untuk Prita terlahir karena sebuah spontanitas milis sehat dan komunitas Langsat, pada Desember 2009. Dalam hitungan hari telah menjadi isu terhangat di media mainstream. Dimana semua media saling berlomba menampilkan berita tentang koin keadilan dari pelbagai sudut pandang. (more…)
“Negara kita adalah negara hukum dan demokrasi sesungguhnya. Oleh karena itu nilai-nilai demokrasi tidak boleh diabaikan, karena tentu tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan baik dengan konstitusi maupun nilai-nilai demokrasi,” kata SBY di Jakarta, Jumat 26 November 2010. Inilah statemen kepala negara Republik Indonesia, yang kemudian menuai kritik dimana-mana. Dianggap presiden tidak memahami makna monarki, sejarah kebangsaan Indonesia. Pernyataaan SBY ini terkait dengan penyusunan RUU DIY, yang saat ini tengah berlangsung. Statemen ini dimaknai bahwa SBY ingin Gubernur DIY dipilih lewat pilkada. Statemen itu juga disebut melukai perasaan warga Yogya. (more…)
Spontan dan tak direncanakan. Begitulah kehadiran klas social media di dalam #akademiberbagi yang dikelola oleh mbakyu @pasarsapi. Bermula dari saling sambar percakapan di twitter, yang melahirkan klas ini, melengkapi klas-klas lain yang sudah ada: jurnalistik online dan creative writing. (more…)
