Archive for the ‘non category’ Category

Sep 23

Yang genduk (kiri), dibeli di pasar Mayestik, (kanan) dibeli di supermarket.

Yang gendut (kiri), dibeli di pasar Mayestik, (kanan) dibeli di supermarket.

Minggu siang kemarin aku sempat berbelanja ke kawasan pasar Mayestik. Ini kali pertama setelah berbulan-bulan aku absen “jalan-jalan” ke pasar tradisional di kawasan Jakarta Selatan ini. Hiruk pikuknya, jajanan tradisionalnya, dan sapaan para penjualnya, yang kerap membuatku kangen untuk mampir ke situ. (more…)

Aug 12

Aku suka buku. Eh bukan hanya suka, tapi “gila” malah. Kegilaanku itu juga menular ke dua anakku: Wangi dan ebhin. Mereka pun gemar membaca dan mengkoleksi buku. (more…)

Jul 23

Jangan dikira pilihan mobile advertising, hanya pada benda-benda bergerak yang tak punya emosi. Perkembangan mobile advertising, sudah merambah sampai pada medium yang sensitif dan menyentuh emosi. Tidak percaya, lihat saja ini: iklan berjalan gaya baru yang sempat saya lihat di Indonesia International Motor Show, di JCC pekan lalu.

Menyentuh emosi

(more…)

Jul 07

logo-ultah-vlisa.jpg

Sesuai janjiku pada posting Setunggal Warso Vlisa.com pekan lalu, aku akan mengumumkan mereka yang berhak mendapatkan kiriman kaos.

And the t-shirt goes to

  1. Yodhia Antariksa
  2. Galih
  3. Andy Zoeltom
  4. Enwui
  5. Ale
  6. Nonadita
  7. Pepih
  8. Totok Sugianto
  9. Ramadhani
  10. Ratna Ariani
  11. Nukman Lutfie
  12. Mbulet

Selamat kepada para blogger yang beruntung. Aku akan segera mengirimkan kaosnya. Untuk itu, aku minta kesediaan teman-teman yang disebut di atas untuk mengirimkan alamat ke mana aku harus mengirim kaos lewat email: venturaelisawati[at]yahoo[dot]com. Terima kasih.

Jul 02

Masih kosongTernyata cari kamar hotel di Jogja sama susahnya dengan cari kamar di rumah sakit saat anakkoe terserang demam berdarah. Itulah yang koealami minggu lalu. Berniat liburan ke Jogja pada 26-30 Juni, dan baru ingat mencari hotel pada 22 Juni.

Hampir semua hotel bintang 4 dan 5  di pusat kota Jogja koehubungi, sialnya semua fullybooked. Ada hotel (entah bintang berapa) di kawasan Malioboro, masih menyisakan kamar, namun harganya tak masuk akal. Apalagi kalau dibandingkan dengan kelas dan fasilitasnya. “Harganya ngepruk (mahal sekali),” kata teman di Jogja yang membantu mencarikan kamar. (more…)