Eat, Pray, Love dan Bali.

Film Eat, Pray and Love yang kini sedang tayang di sejumlah bioskop ibukota memang sudah ‘heboh’ sejak saat pembuatannya.  Film yang dibintangi Julia Robert ini antara lain  mengambil setting Ubud Bali. Beberapa bulan lalu, berita keriuhan shooting EPL ini sempat menghiasi pelbagai media nasional maupun internasional. Itu juga, salah satu alasanku ingin segera nonton film bergenre roman ini. Penasaran, bagaimana Bali (baca: Indonesia) dalam ’kacamata’ pembuat film internasional. Continue reading “Eat, Pray, Love dan Bali.”

Cowok tulalit, nggak masalah…

Jangan takut, kalau loe naksir cowok, nice looking,  tampilan mantap, body oke, kantong tajir, cuma agak  tulalit (alias suka nggak nyambung). Kalau udah ngebet kawin, ya go show aja. Jangan khawatir kalau anak loe nanti bakal oon kayak ayahnya. Sepanjang loe sendiri nggak tergolong oon.

64 tahun Indonesia…

Indonesia sudah 64 tahun merdeka, sejak proklamasi kemerdekaan diucapkan oleh proklamator kita: Soekarno-Hatta. Lalu bagaimana perjalanan bangsa ini selama lebih dari enam dasawarsa ini, sudah tercapaikah cita-cita kita?

Presiden Pilihan Anak

Jumat sore, sepulang dari sekolah, anakku bercerita. “Tadi di sekolah ada simulasi pemilihan presiden sekolah, asyik, ” ungkap Ebhin, 9 tahun, siswa kelas 3, sebuah Sekolah Berwawasan Internasional di Parung.

Maaf

Mohon maaf belum sempat upload posting baru di sini, mudah-mudahan dalam waktu 1 -2 hari ini sudah dapat inspirasi dan energi untuk menulis sesuatu yang menarik. salam.

Mahal? Nggak masalah….

Minggu siang kemarin aku sempat berbelanja ke kawasan pasar Mayestik. Ini kali pertama setelah berbulan-bulan aku absen “jalan-jalan” ke pasar tradisional di kawasan Jakarta Selatan ini. Hiruk pikuknya, jajanan tradisionalnya, dan sapaan para penjualnya, yang kerap membuatku kangen untuk mampir ke situ.