Jun 02
“Sebagai raksasa media cetak, Kompas Gramedia berhasil membangun sebuah megaportal yakni www.kompas.com, yang bisa mengalahkan detik.com dan okezone.com dalam waktu singkat,” kata Hermawan Kartajaya, Presiden MarkPlus, Inc, pada saat penyerahan New Wave Marketing Award kepada Kompas.com Senin lalu.

Pernyataan Hermawan alias HK itu segera mengundang polemik. Bagaimana mungkin Kompas bisa mengalahkan pemain besar seperti Detikcom dalam waktu singkat? (more…)
Posted in marketing side | 3 Comments »
Apr 28
Setiap pagi jutaan orang menyerbu Ibu Kota Jakarta. Mereka dari pinggiran (atau istilahnya: Jakarta coret), seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Mungkin saja sejak subuh mereka sudah mulai menggerakkan langkahnya menuju tempat mereka bekerja, menghabiskan waktu antara 1- 3 jam, di tengah macet dan padatnya jalanan.
Mereka kita sebut sebagai kaum penglaju (commuters), orang-orang yang pulang pergi setiap hari untuk bekerja. Yang menarik dicemati adalah apa yang mereka lakukan selama dalam perjalanan, yaitu mencari dan berbagi informasi dan berkomunikasi.
Di KA eksekutif, misalnya, penumpang umumnya menghabiskan waktu dengan mengobrol dengan sesama penumpang, membaca koran, menelpon, berkirim SMS, chatting, dan tak jarang traksaksi bisnis pun terjadi.
Di kendaraan pribadi, perilakunya juga mirip, hanya mereka memiliki keleluasan lebih. Selain membaca koran, sembari mendengar radio atau memonitor berita pagi melalui TV mobilnya, mereka juga bisa browsing email via gadget-nya. (more…)
Posted in ICT side, marketing side | 4 Comments »
Mar 17

Minggu lalu ada dua peristiwa besar yang menarik untuk dicermati. Pertama, pernyataan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang meminta masyarakat memaklumi kondisi pasar akhir-akhir ini.
Mengutip harian Warta Kota, Mari mengakui departemennya kesulitan mengendalikan kenaikan harga berbagai barang kebutuhan pokok, meski pemerintah sudah menganggarkan Rp 500 miliar untuk program subsidi minyak goreng selama enam bulan ke depan. (more…)
Posted in marketing side | 3 Comments »
Mar 10
Beberapa hari lalu, Herry SW, pemerhati telekomunikasi dari Surabaya, meneruskan sejumlah komentar pengguna layanan selular yang diposting melalui blog-nya.
Herry menampung komentar pengguna atas tarif baru XL bebas yang Rp 0,0000….1/dtk, yang diluncurkan sejak 5 Maret lalu. Yang justru menarik disimak adalah uneg-uneg sejumlah pengguna layanan paska bayar, yang terkesan selama ini merasa dianaktirikan.
Kebetulan Sabtu malam lalu, saat kondangan pengantin anak Pak Cahjana, Direktur Jenderal Telematika Depkominfo, di Bandung, aku bersua dengan Pak Hermawan Kartajaya (HK), dan sempat ngobrol ihwal topik di atas.
Kebetulan pula, kami sama-sama melanggani layanan pasca bayar beberapa operator selular. Obrolan jadi makin seru karena kami tak cuma berdiskusi sebagai pelanggan tapi juga sesama peminat marketing. (more…)
Posted in marketing side | 11 Comments »
Mar 03
Suatu hari di Garuda Executive Lounge di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Ketika hendak mengambil minuman, saya lihat kebanyakan tamu mengambil gula rendah kalori. Begitu juga saya.
Seorang tamu di sebelah saya lantas menyeletuk, “Kayaknya sekarang orang lebih suka gula rendah kalori ya. Padahal isinya juga mungkin sama aja. Kesuksesan marketing nih.” Setelah ngomong begitu, si tamu tadi juga mencomot gula rendah kalori untuk pemanis minumannya.
Asumsinya tidak salah. Setidaknya di tempat tersebut, stok gula rendah kalori lebih banyak, tiga kali lipat ketimbang gula biasa. Menurut cerita pelayan di sana, pengunjung memang lebih suka diet sugar. (more…)
Posted in marketing side | 5 Comments »