Masyarakat Itu Pemaaf

Kasus video porno yang pelakunya diduga mirip penyanyi terkenal Ariel,  artis Luna Maya dan Cut Tari, sepertinya masih akan menjadi topik hangat di di media-media Indonesia sampai beberapa waktu ke depan. Pasalnya, kedua selebriti yang diduga pemilik video itu ”menghilang”, dan masalahnya menjadi ”rumit” karena pelbagai pihak yang punya otoritas memberikan opini yang beragam.  Dan isu menjadi semakin liar ketika sosok yang dibicarakan, tak memberikan tanggapan. Bisa diduga gaung isu yang tak ketahuan kebenarannya menjadi semakin luas dan tak terkendali.  Continue reading “Masyarakat Itu Pemaaf”

“Haruskah kami ada di Facebook?”

Sebuah perusahaan multinasional – sebut saja PT XYZ – berinisiatif membuat akun di jejaring sosial (seperti: facebook), dan hasilnya akun tersebut panen komplain dari pelanggan. Kenapa bisa begitu dan  apa yang harus dilakukan? Itu adalah pertanyaan yang diajukan seorang peserta seminar International PR and Communication Conference, beberapa saat lalu.

Kini saatnya kolaborasi.

Umumnya iklan selalu mewakili satu produk atau sebuah korporasi. Namun, saat-saat ini di televisi ada tiga produk yang berkolaborasi dalam sebuah iklan. Mereka adalah para  pemimpin pasar  di bidangnya, yaitu: Jamu tolak angin Sido Muncul, The Botol Sosro, dan Kacang Dua Kelinci. Mereka bertiga melakukan co-branding untuk mengkampanyekan “Cinta produk lokal”.

Komunikasi di saat krisis.

Ketika segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya, itulah krisis.  Contohnya, krisis terjadi ketika jaringan telekomunikasi tiba-tiba tidak berfungsi selama beberapa jam, atau  sebuah produk makanan diisukan haram  dan sudah terlanjur beredar di pasaran. Ini saatnya crisis management bekerja dan alarm crisis communication dinyalakan.

Menghadapi one on one interview

Seperti sempat dibahas sebelumnya, bahwa situasi  1on 1 interview, biasanya terjadi saat wartawan/media memerlukan informasi dari perusahaan. One on one ada dalam beberapa bentuk. Yaitu:  wawancara langsung (face to face), atau melalui telepon. Dan medianya pun beragam, bisa print, radio, digital, televisi.

Menangani media, gampang-gampang susah.

Beberapa hari lalu, terjadi sebuah diskusi ala warung kopi di dunia maya. Chit chat bermula ketika seorang kawan bercerita ihwal  acara konferensi pers sebuah produk TIK baru. Kawan tadi, yang kebetulan wartawan TIK, mengkritisi narasumber perusahaan pengundang. “Spokesperson-nya nggak kompeten, banyak penjelasannya yang bolong dan nggak didukung data atau rasional yang jelas,” ujarnya.

Ketika Luna Maya “menjadi” Monyet

Sabtu pagi, seperti biasa, ritualku adalah  sarapan sambil baca koran. Di Kompas halaman 5 ada iklan XL satu halaman, yang isinya  wajah simpanse alias monyet, dengan tagline: nggak usah mikir, pake XL pasti termurah.  Lho,  bukan lagi si cantik Luna Maya (LM) modelnya? Ebhin, anak lelakiku , yang duduk di  kelas 3 SD, turut menyimak […]

A part of history

Be a part of history the world’s 1st formula night race.  Itulah tema yang diusung Formula 1 di Singapura yang berlangsung 26-28 September lalu.  Balap mobil Formula 1 untuk pertama kali berlangsung malam hari – yang  disponsori SingTel — selain menyedot lebih dari 100 ribu pengunjung, perhatian dunia, dan menjadi kebanggaan masyarakat Singapura.