<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Soal #sedotpulsa, Tanggung Jawab Siapa?</title>
	<atom:link href="http://vlisa.com/2011/10/17/soal-sedotpulsa-tanggung-jawab-siapa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vlisa.com/2011/10/17/soal-sedotpulsa-tanggung-jawab-siapa/</link>
	<description>it's me</description>
	<pubDate>Fri, 18 May 2012 09:38:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: vlisa</title>
		<link>http://vlisa.com/2011/10/17/soal-sedotpulsa-tanggung-jawab-siapa/#comment-250124</link>
		<dc:creator>vlisa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 09:43:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=976#comment-250124</guid>
		<description>@Paman: apapun sebuah sistem ada yang mengkontrol, yg bisa mengatur ini jalan ini stop. seperti juga polisi lalu lintas di jalan, dimana saat macet, mobil RI 1 atau para pembantunya tetap bisa melaju di jalur yang sedang mampet. matur nuwun man.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Paman: apapun sebuah sistem ada yang mengkontrol, yg bisa mengatur ini jalan ini stop. seperti juga polisi lalu lintas di jalan, dimana saat macet, mobil RI 1 atau para pembantunya tetap bisa melaju di jalur yang sedang mampet. matur nuwun man.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vlisa</title>
		<link>http://vlisa.com/2011/10/17/soal-sedotpulsa-tanggung-jawab-siapa/#comment-250123</link>
		<dc:creator>vlisa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 09:41:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=976#comment-250123</guid>
		<description>@metha : hmmm soal margin aku nggak tahu, tp kan bisa diliat dari laporan keuangan setiap operator, setiap kuartal atau setiap th. sistem sms kan juga sekarang SKA (sender keep all) sdh tidak bagi antar operator pengirim dan penerima. Dg model spt itu memang operator yang terima kerap merasa 'dirugikan', ga dapat apa2 tp trafiknya kepakai. Apalagi jk banjir sms gratis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@metha : hmmm soal margin aku nggak tahu, tp kan bisa diliat dari laporan keuangan setiap operator, setiap kuartal atau setiap th. sistem sms kan juga sekarang SKA (sender keep all) sdh tidak bagi antar operator pengirim dan penerima. Dg model spt itu memang operator yang terima kerap merasa &#8216;dirugikan&#8217;, ga dapat apa2 tp trafiknya kepakai. Apalagi jk banjir sms gratis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vlisa</title>
		<link>http://vlisa.com/2011/10/17/soal-sedotpulsa-tanggung-jawab-siapa/#comment-250122</link>
		<dc:creator>vlisa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 09:38:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=976#comment-250122</guid>
		<description>@Eko: ya memang harus diakui edukasi dan sosialisasi operator atas konten2 premium ini sangat kurang...makanya itu mesti digalakkan. dan ternyata coba cek konten apa yg kita langgani ke no2 yang sudah diberikan jg tidak mudah. Sy sempat coba eh responnya: unknown application....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Eko: ya memang harus diakui edukasi dan sosialisasi operator atas konten2 premium ini sangat kurang&#8230;makanya itu mesti digalakkan. dan ternyata coba cek konten apa yg kita langgani ke no2 yang sudah diberikan jg tidak mudah. Sy sempat coba eh responnya: unknown application&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Antyo Rentjoko</title>
		<link>http://vlisa.com/2011/10/17/soal-sedotpulsa-tanggung-jawab-siapa/#comment-249110</link>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 13:49:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=976#comment-249110</guid>
		<description>Regulasi, implementasi, kontrol. Memang itu yang penting. Industri konten ini sebenarnya bagus, membawa manfaat bagi yang suka dan butuh, tapi sayang akhirnya jadi amburadul antara lain karena dirusak sendiri oleh sebagian pemainnya.

Di atas semua itu saya setuju adanya satu tombol panik.

Sudah saatnya operator lebih bertanggung jawab. Tidak main paksa sehingga pelanggan yang tak merespon dianggap menyukai RBT tertentu. Memang gratis, tetapi ini namanya memaksa. RBT kok jadi default.

Pertanyaan saya apakah para eksekutif telko, terutaa BOD, juga mendapatkan gangguan via SMS, apapun isinya termasuk tawaran KTA? 

Jika ya, apakah mereka menggunakan struktur internal untuk menghentikan gangguan ke nomornya? :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Regulasi, implementasi, kontrol. Memang itu yang penting. Industri konten ini sebenarnya bagus, membawa manfaat bagi yang suka dan butuh, tapi sayang akhirnya jadi amburadul antara lain karena dirusak sendiri oleh sebagian pemainnya.</p>
<p>Di atas semua itu saya setuju adanya satu tombol panik.</p>
<p>Sudah saatnya operator lebih bertanggung jawab. Tidak main paksa sehingga pelanggan yang tak merespon dianggap menyukai RBT tertentu. Memang gratis, tetapi ini namanya memaksa. RBT kok jadi default.</p>
<p>Pertanyaan saya apakah para eksekutif telko, terutaa BOD, juga mendapatkan gangguan via SMS, apapun isinya termasuk tawaran KTA? </p>
<p>Jika ya, apakah mereka menggunakan struktur internal untuk menghentikan gangguan ke nomornya? <img src='http://vlisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: metalliyah</title>
		<link>http://vlisa.com/2011/10/17/soal-sedotpulsa-tanggung-jawab-siapa/#comment-249104</link>
		<dc:creator>metalliyah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 12:11:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=976#comment-249104</guid>
		<description>Jadi dari tulisan di atas, kesimpulannya memang benar terjadi bussiness hazard yg kurang elok yg dilakukan oleh kedua pihak: operator dan CP, demi memperoleh keuntungan dari informasi asimetris dan ketidaktransparanan regulasi yg lemah pengawasan oleh regulator. Penyelidikan yg lebih mendalam harusnya dapat mengungkap keterlibatan regulator yg juga (mungkin) sengaja menutup mata atau secara pasif mengawal regulasi yg diciptakan. 

Mentalitas untung cepat demikian harus diungkap, serupa halnya dgn tingginya margin profit yg dipasang operator dimana persaingan antar operator sdh menuju pd pola penggerogotan margin lawan usahanya melalui - semisal, gratis telpon pd jam2 tertentu atau gratis SMS setelah jumlah tertentu. Berapa margin wajar operator itu sebenarnya agar muncul nilai keekonomian yg wajar yg dpt dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat konsumen ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi dari tulisan di atas, kesimpulannya memang benar terjadi bussiness hazard yg kurang elok yg dilakukan oleh kedua pihak: operator dan CP, demi memperoleh keuntungan dari informasi asimetris dan ketidaktransparanan regulasi yg lemah pengawasan oleh regulator. Penyelidikan yg lebih mendalam harusnya dapat mengungkap keterlibatan regulator yg juga (mungkin) sengaja menutup mata atau secara pasif mengawal regulasi yg diciptakan. </p>
<p>Mentalitas untung cepat demikian harus diungkap, serupa halnya dgn tingginya margin profit yg dipasang operator dimana persaingan antar operator sdh menuju pd pola penggerogotan margin lawan usahanya melalui - semisal, gratis telpon pd jam2 tertentu atau gratis SMS setelah jumlah tertentu. Berapa margin wajar operator itu sebenarnya agar muncul nilai keekonomian yg wajar yg dpt dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat konsumen ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eko kuntadhi</title>
		<link>http://vlisa.com/2011/10/17/soal-sedotpulsa-tanggung-jawab-siapa/#comment-249101</link>
		<dc:creator>eko kuntadhi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 10:32:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/?p=976#comment-249101</guid>
		<description>Inti soal sedot pulsa ini, karena banyak pelanggan tidak tahu dia sedang langganan konten apa? Yang dia rasa, pulsanya melorot drastis. Sebetulnya sebelum langkah-langkah drastis lain (sampai moratorium segala), operator cukup membuatkan nomor akses yang bisa digunakan pelanggan ttg informasi layanan pada nomornya. Kalau mereka setuju, lanjut. Kalau mreka tidak setuju, bisa unreg. Sayangnya, dari 10 operator hanya dua yang merespon : XL *123*572# dan Telkomsel *111# (Halo) *116# (Simpati/As). Nomor ini juga belum cukup, perlu dilakukan kampanye publik untuk mendistribusikan nomor ini ke masyarakat. Esia, Indosat, Flexi (termasuk cukup besar revenue dari kontennya) seolah gak tergerak untuk menumbuhkan kepercayaan publik kembali. Hasilnya, semua konten di berangus dalam waktu yang tidak ditentukan. Lalu, peluang industri kreatif jadi mati suri...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Inti soal sedot pulsa ini, karena banyak pelanggan tidak tahu dia sedang langganan konten apa? Yang dia rasa, pulsanya melorot drastis. Sebetulnya sebelum langkah-langkah drastis lain (sampai moratorium segala), operator cukup membuatkan nomor akses yang bisa digunakan pelanggan ttg informasi layanan pada nomornya. Kalau mereka setuju, lanjut. Kalau mreka tidak setuju, bisa unreg. Sayangnya, dari 10 operator hanya dua yang merespon : XL *123*572# dan Telkomsel *111# (Halo) *116# (Simpati/As). Nomor ini juga belum cukup, perlu dilakukan kampanye publik untuk mendistribusikan nomor ini ke masyarakat. Esia, Indosat, Flexi (termasuk cukup besar revenue dari kontennya) seolah gak tergerak untuk menumbuhkan kepercayaan publik kembali. Hasilnya, semua konten di berangus dalam waktu yang tidak ditentukan. Lalu, peluang industri kreatif jadi mati suri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

