Asyiknya Bike 2 Eat

Gowes kuliner memang sudah kerap aku lakukan. Baik bersama teman-teman komunitas sepeda lipat (ID-FB)  maupun kawan-kawan lainnya. Namun, gowes kuliner  dipandu maestro kuliner Indonesia, Bondan Winarno, memang  baru pertama kali. Ya Bike to Eat,   adalah  inisitatif  Kopi Tiam Oey  bekerjasama dengan B2W, untuk pertama kali memilih  lokasi di seputar Bintaro.

Gowes kuliner kali ini memang sengaja dibatasi pesertanya, sekitar 50 orang. ”Agar bisa lebih terkoordinir dan bisa dinikmati,” kata Wasis, panitia B2E.  Minggu, 24 Oktober jam 06.30 peserta sudah berkumpul di Kopi Tiam Oey Bintaro, nikmati sarapan pagi: roti talua, nasi item, kopi Vietnam atau greentea latte. Cukuplah untuk energi menggowes pagi ini.

Mejeng sejenak di warung sate kambing Paijo
Mejeng sejenak di warung sate kambing Paijo

Tepat pukul 07.30, kami meninggalkan Kopi Tiam Oey dan mulai mengayuh sepeda menuju warung sate kambing Paijo. Eh ternyata sangat dekat, baru gowes sekitar 15 menit sudah sampai, langsung disambut icip-icip 3 tusuk sate kambing + 2 potong tahu  goreng Sumedang. ”Ini adalah warung sate favorit almarhum Gito Rolies,” jelas mas Bondan. Dan, katanya, pemilik warung sate ini adalah adik dari pemilik warung sate kambing Djono.

Sekitar 30 menit chit chat di tempat pak Paijo, kayuhan dilanjutkan. Kali ini melewati jalanan kampung yang tak mulus (untung aku pakai MTB, yang pakai seli pasti agak kerepotan). Selain jalan kampung, juga sempat melewati tanjakan, cukuplah untuk menge-tes kemampuan gowes.

Setelah sekitar 45 menit gowes, panas matahari mulai terasa,  plus sempat salah jalan, akhirnya kami sampai di warung makan Manado, Kasuang. Di sini disambut icip-icip bubur Manado, nasi kuning, plus es kacang merah. Ya ini asyiknya gowes bersama maestro kuliner, pilihan makanannya pasti mak nyus. Eh apa karena porsinya icip-icip yang mini ya?  Tapi kata mas Pramono Anung yang juga ikut rombongan B2E, ”bubur Manadonya memang enak.”

Nikmati bubur manado&nasi kuning mak nyus
Nikmati bubur manado&nasi kuning mak nyus

Dari warung  Kasuang, rombongan kembali ke titik start, kopitiam oey. Setelah gowes sekitar 2 jam, jarak tempuh 8-9 km dengan kecepatan konservatif,  dan 2 kali mampir  icip-icip makanan. ”Lebih banyak makannya ketimbang gowesnya,” celetuk Uni Lubis bercanda. Setiba di Kopi Tiam Oey,  mas Bondan langsung diberondong sejumlah pertanyaan dari peserta, yang ingin tahu: gimana caranya kendalikan berat badan dan tetap sehat, walau sering nikmati makanan enak.

Ternyata resep mas Bondan sederhana: Jamu. Lho? Iya, maksudnya jaga mulut. Lho lagi….Jaga mulut maksudnya. ’Know what you eat’, tahu jumlah kalori yang kita makan, dan tahu kebutuhan kita akan kalori setiap hari. Lumayan seru juga tanya jawab santai di teras kopitiam oey.

Sekitar pukul 10.30 acara usai. Tentunya dengan menyisakan pertanyaan  para peserta: kapan diadakan lagi, dan dimana? Panitia sudah merencanakan, bulan depan di Bali. ”Bayar tetap Rp 50 ribu, tapi kumpul di Denpasar,” kata Mas Bondan bercanda.
.
Yang pasti pengalaman Bike 2 Eat hari ini memang mengasyikkan. Jumlah marshall dari komunitas B2W Rosela (Rombongan Selatan) mencukupi, lengkap dengan petugas P3K dan sweeper. ”Ini baru pertama kali B2W bekerjasama dengan teman-teman Jalan Sutra, mengadakan Bike to Eat,” kata Rivo Pamuji salah seorang Ketua B2W. ”Ini mesti dilanjutkan dengan rute yang lain. Bersepeda sambil wisata kuliner itu keseimbangan yang dibutuhkan tubuh,” tambahnya, kali ini setengah bercanda.

Yang pasti B2E memang  menyenangkan: bayar cuma gocap, badan segar, perut kenyang, dan dapat info-info berharga tentang menjaga keseimbangan nutrisi untuk tubuh. Ayo, berikutnya rute mana lagi?…..

Foto: hasil jepretan kamera BB Uni ZL

Leave A Reply

* All fields are required

*