Aug 28

Spontan dan tak direncanakan. Begitulah kehadiran klas  social media di dalam #akademiberbagi yang dikelola oleh mbakyu @pasarsapi. Bermula dari saling sambar percakapan di twitter, yang melahirkan klas ini, melengkapi klas-klas lain yang sudah ada: jurnalistik online dan creative writing.

#Akademi berbagi adalah ’sekolah’  unik, yang hadir  dan dikelola melalui twitter. Jadual dan pendaftaran dilakukan via twitter. Saat klas berlangsung, bagi yang tidak sempat masuk klas secara langsung, bisa mengikuti melalui live twit. Klas ini juga tidak berbayar. Namun, kepala sekolah mensyaratkan bahwa yang sudah daftar wajib hadir. Jika batal, yang bersangkutan mesti memberi kabar, agar ’kursi”nya bisa di isi oleh yang lain.  Sangat efektif.

Suasana klas socmed: lesehan dan tanpa AC

Suasana klas socmed: lesehan dan tanpa AC

Klas-klas ini rata-rata diikuti 30 orang peserta. Khusus kelas social media, memang di luar jumlah yang ditetapkan. Kepsek membuka pendaftaran hingga 40 orang. Faktanya peserta bisa sampai 50 orang. Mereka rela duduk lesehan di sebuah ruangan di jl Langsat 1/16, yang tanpa AC.

Jadi inilah ngabuburit 2.0. Klas social media berlangsung setiap Kamis, mulai jam 16 dan berakhir saat bedug tanda buka puasa berkumandang. Esensi berbagi memang benar-benar terjadi. Baik dari pengajar yang berbagi ilmu yang dimilikinya, peserta berbagi pengalaman atau kasus yang dihadapinya. Ada pula berbagi melalui live twit untuk ’peserta’ yang tidak hadir di kelas.

Ngabuburit klas socmed ini berlangsung 3 sesi. Yang pertama @enda berbagi cerita  hasil kunjungannya ke AS, tentang social media di negara yang dipimpin Barack Obama ini. Klas kedua, @venturaE berbagi tentang social media untuk korporasi dan brand. Yang terakhir @ndorokakung berbagi tentang bagaimana eksis di social media.

Niat kami memang  ingin berbagi, kebetulan ini memang bulan baik untuk berbagi. Ilmu, tak akan pernah berkurang atau habis hanya karena dibagi. Ilmu kita  malah akan  bertambah saat  berbagi. Karena melalui berbagi ilmu, kami juga mendapat ’ilmu’ baru, dari tanya, cerita yang dibagikan peserta. 

Nah, klas seri ngububurit memang telah selesai. Namun masih menyisakan sejumlah  permintaan agar klas ini diadakan lagi di masa mendatang. Bahkan  tak cuma di Jakarta, tapi juga di kota-kota lain. Akankah klas terus berlanjut, dan bagaimana formatnya, memang belum terpikirkan.  Jadi, silakan jika ada masukan, atau ide.

Leave a Reply