Jun 06

Artis cantik asal Bali ini kembali tersandung masalah. Sejak Kamis lalu, ’warga’ dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video porno mirip Luna Maya dan kekasihnya Ariel Peterpan. Kegaduhan ini bahkan kabarnya sempat menyebabkan akses data sejumlah provider telekomunikasi di Indonesia, njegleg. ”Karena banyak yang browsing ‘tato kupu-kupu’, menyebabkan link internasional penuh,” secara berkelekar seorang petinggi di sebuah operator menjawab ’komplain’ di twitter. Yang pasti tato kupu-kupu memang sempat menjadi trending topic di twitter.

tanya siapa?

tanya siapa?

Luna Maya, artis cantik,  muda, kariernya melejit bak meteor. Laris sebagai presenter,  dan favorit sejumlah merek. Sebut saja,  Zestea, Lux,  Sunsilk Shampoo, Batik Keris, Ester C,  Cussons Imperial Leather, Indofood (supermie soto koya), Vitalong C, XL. Dia juga menjadi duta nasional World Food Programme (WFP), sejak 2006. Yang teranyar adalah iklan Lux yang menampilkan kemesraan Luna Maya bersama Ariel.

Banyak perusahaan/organisasi,  merek yang ”menggantungkan” citranya pada bintang kelahiran 26 Agustus 1983 ini. Luna, seperti dijelaskan  Aurellio Kaunang, humas Lux kepada detikhot, dipilih karena kulitnya bagus. ”Kulitnya mewakili kulit wanita Indonesia. Makanya dia pantas jadi ikon Lux”. Begitu pula Luna telah terlibat dalam kampanye WFP di Indonesia selama 3 tahun lebih.

Tentunya selain cantik, populer, Luna juga memiliki jiwa sosial yang tinggi sehingga ia pun dianggap patut menjadi duta organisasi sosial seperti WFP. Tampaknya korporasi yang kini menjalin kerjasama dengan Luna pun memilih hati-hati dalam merespon situasi ini. Mereka menganggap masalah yang menimpa Luna adalah soal pribadi. Dan memberi kesempatan pada Luna untuk menjelaskan. Namun, secara eksplisit, Public Information Officer WFP, Mitra Salima Suryono mengatakan, salah satu syarat menjadi duta nasional WFP adalah memiliki citra yang baik.

Banyak orang di Indonesia mengalami perubahan nilai. Terbukti kasus Luna ini dianggap sebagai masalah pribadi yang sah-sah saja. Namun begitu tak sedikit pula yang kurang bisa menerima. Mereka menghendaki public figure, ikon produk, aktifis sosial yang bersih dari gosip miring, dan pornografi.

Beberapa kali perusahaan yang ada di Indonesia masih berpihak pada nilai-nilai timur masyarakat Indonesia. Sehingga mereka berani menghentikan bintang iklannya yang dinilai melewati batas tata nilai. Contohnya, Sophia Latjuba pernah menjadi topik bahasan hangat di berbagai media infotainment karena hubungannya dengan Michael Villareal, yang masih berstatus suami seorang wanita yang tengah mengandung. Peristiwa ini tak habis-habisnya diberitakan media infotainment. Kabarnya, karena itu, Irwan Hidayat, bos Sido Muncul (SM), pun gerah hingga memutuskan menghentikan penayangan iklan produk Tolak Angin Sido Muncul yang dibintangi Sophia.

Bagaimana dengan Luna?  Mari kita tunggu sikap Unilever, apakah masih menganggap Luna sebagai image yang baik?

Ilustrasi photo diambil di sini

Leave a Reply