Mar 19

Tak terasa setahun lewat sudah program matikan lampu 1 jam 2009. Kini kita sedang bersiap untuk menjalani program ini ke dua kalinya. Masih terekam dalam ingatanku, bagaimana ”kehebohan” kami sekeluarga saat Earth Hour 2009 berlangsung. Terutama si kecil Ebhin, yang sibuk menghitung  berapa rumah di sekitar kami yang turut mematikan lampu, ”Kok rumah-rumah yang lain banyak yang nggak matikan lampu,” tanya anak kelas 4 SD ini.

Matikan Lampu

Matikan Lampu

Aku masih ingat, bagaimana kami berempat melewati malam tanpa lampu dan benda-benda elektronik ini. Menyalakan lilin, duduk di teras sambil bercanda dan bertukar cerita. Jauh hari sebelum hari H, kami sudah mensosialisasikan tentang akan adanya program matikan lampu 1 jam.  Maklum anak-anak sekarang kritis, sehingga kamipun harus menjelaskan secara rasional tentang pemanasan bumi, kerusakan alam yang disebabkan keteledoran manusia dalam merawat alam.

Semalam ketika aku memberikan stiker matikan lampu yang dibagikan WWF, Ebhin pun berkomentar, ”I already know this program. Aku sudah liat di National Geographic Channel.” Lalu dengan bahasanya, ia pun berceloceh tentang global warming.  Yang bikin aku takjub adalah karena ia mengatakan, “Excited, bunda.”  Dan dia pun tak sabar menantikan Earth Hour tgl 27 Maret 2010 jam 20.30 – 21.30.

Di tengah pesimisme dan sinisme sebagian masyarakat tentang kontinuitas dan masa depan program Earth Hour, aku optimis. Kenapa? Karena aku yakin Ebhin tidak sendirian. Banyak anak-anak kecil lainnya yang juga punya pengetahuan seperti itu. Mereka yang ternyata jauh lebih  peduli atas program pemeliharaan alam. Mereka juga sangat paham apa saja dampak pemanasan global. Dan mereka pun juga semangat menyambut dan berpartisipasi dalam program ini.

Jadi, aku yakin ini juga tak sulit untuk kita. Karena bumi yang sehat adalah untuk masa depan yang lebih baik bagi  anak-anak kita.

9 Responses to “ Earth Hour di mata Ebhin ”

  1. titiw Says:

    Hwaaa.. Ebhin keren!! Iya, di belantara orang2 dewasa yang bisanya cuma maki2 dan bilang ini cuma kegiatan ritual semata, masih ada kok anak2 muda yang lebih bisa mengubah dunia.. :D

  2. nisbi Says:

    Beruntunglah kalo anak-anak sudah memahami isu pemanasan global :))

  3. vlisa Says:

    Lebih mudah mensosialisasikan ke anak2, ketimbang yang dewasa (baca: tua). Jadi adalah tepat jg WWF sebagai inisiator Earth Indonesia mensosialisasikan pesan ini via anak-anak. Dan mereka lah yang nanti menyampaikan pesan ini ke orang tuanya.

  4. dian Says:

    peluk ebhin, cium ebhin…
    sepupu juara!!
    besok gedean dikit naik gunung sama mbak dian, terus jadi vegetarian juga ya dhek…
    peace!!

  5. camera cell phone Says:

    tetap semangat dan salam kenal…

  6. white hat money making forum Says:

    I enjoyed reading & I must say that I was very impressed with your writing skills. Keep up the good work it’s very refreshing to see someone like you :)

  7. Clarence Neuman Says:

    I saw the name of your blog post - vlisa.com » Blog Archive » Earth Hour di mata Ebhin - while I was browsing on the internet a few minutes ago. Can if I put a link to http://vlisa.com/2010/03/19/earth-hour-di-mata-ebhin/ on my website?

  8. Vintønde Says:

    Very nice site, I just came to know of it yesterday afternoon. Bookmarked this and also feel upon it. Thanks a lot,You had some pleasant ideas in the post, I enjoyed reading it.

  9. web hosting services Says:

    I’ve thought about writing something about this before. Good job! Can I put a link to this post - http://vlisa.com/2010/03/19/earth-hour-di-mata-ebhin/ - in my blog?

Leave a Reply