Oct 25

Menkominfo Tifatul Sembiring/TS ingin memberikan sentuhan yang berbeda di sektor ICT yang dipimpinnya. Dengan lebih mengarahkan ke  yang  ramah lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar perangkat jaringan base transceiver station (BTS) yang ‘hijau’, Depkominfo pun kata dia,  akan diajak bersinergi dengan Departemen Pertanian.

“Saya punya program untuk bagi-bagi sapi 10-20 ekor per keluarga di pedesaan,” kata TS seperti dikutip di sejumlah media.  “Kotoran sapi itu diolah dengan baik, akan sanggup menyuplai satu green BTS. Ini untuk mengantisipasi isu global warming,” lanjutnya.  “Kalau bisa diaplikasikan di beberapa tempat, BTS itu tidak akan memakan banyak solar lagi untuk genset atau menarik kabel listrik. Ini lebih hemat dan ramah lingkungan,” tambahnya.

kotoran sapi itu

kotoran sapi itu

Ditengah keraguan pelbagai kalangan telekomunikasi tentang rencana TS mengganti aliran listrik  dengan biogas kotoran hewan,  sebaliknya  lelaki kelahiran Bukit Tinggi justru  optimistis. Karena, “Saya selama delapan tahun menangani tehnis  mengefisienkan bahan bakar,” jelasnya. 

Boleh jadi itu ide baik, dan  pengalaman TS selama sewindu bergelut dengan kotoran sapi memang  menunjukkan nilai efisiensinya.  Namun, ketika soal teknis itu kemudian mengemuka menjadi  salah satu program strategis Kominfo yang baru, maka ada banyak hal yang perlu diperhitungkan. Ya biaya  vs manfaat, skala ekonomisnya, serta data : seberapa banyak BTS yang lokasinya  memang memungkinkan energinya disuplai biogas kotoran sapi.

Sejatinya, selama lebih dari satu dasawarsa industri telekomunikasi eksis di Indonesia, sejumlah solusi untuk menciptakan infrastruktur yang ramah lingkungan telah dilakukan operator maupun vendor penyedia perangkat. Misalnya BTS dengan memanfaatkan tenaga surya seperti yang sudah diaplikasikan Indosat, atau menggunakan tenaga hidrogen seperti yang telah  diuji cobakan Axis. Yang pasti, isu Green ICT juga telah menjadi salah satu agenda yang dibahas di dalam  ITU Telecom World 2009. Artinya ini juga telah menjadi concern dunia.

BTS bakal dapat 'menu' baru

BTS bakal dapat 'menu' baru

Persoalan yang mestinya dicermati, benarkah isu pasokan listrik ke BTS operator telekomunikasi  sudah sedemikian menyedot kebutuhan listrik secara nasional, dan mengganggu pertumbuhan industri sektor lain yang lebih membutuhkan? Sehingga harus menjadi prioritas program departemen ini? Karena sebuah kebijakan departemen tak bisa lahir secara impulsif. Diperlukan pengkajian lebih mendalam agar tidak menjadi prematur, dan menguap tanpa bekas seperti biogas.

5 Responses to “ Tifatul dan Program Kotoran Sapi itu ”

  1. roni Says:

    ya..ya..ya..kotoran sapi u energi BTS? pak Menteri perlu memahami industri ini secara lebih komprehensif agar ga bikin program yg asal begini.

  2. Arsento Says:

    I added your blog to bookmarks. And i’ll read your articles more often!

  3. hotspot shield Says:

    I’ll take some of your suggestions and try to apply them.

  4. Megan Fox Says:

    Di desa saya di lampung sono, banyak loh kotoran sapi

  5. Mikayla Peers Says:

    I have been surfing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It is pretty worth enough for me. Personally, if all web owners and bloggers made good content as you did, the web will be a lot more useful than ever before.

Leave a Reply