Revitalisasi bisnis dan citra baru adalah ‘paket’ perubahan Telkom. Seperti lazimnya yang dilakukan sejumlah korporasi besar yang memimpin di bidangnya. Sebut saja, Citibank, Pertamina, Bank Mandiri, dan beberapa bulan lalu Telecom Malaysia International mengubah nama dan logonya menjadi axiata.
Perubahan logo biasanya merupakan buntut dari sebuah transformasi bisnis, atau revitalisasi. Merujuk ke transformasi yang juga pernah dilakukan Citibank – yang jasanya tak cuma di layanan perbankan namun sudah merambah ke jasa-jasa lain di lini keuangan – sehingga perlu mengubah tampilannya.
PT Telekomunikasi Indonesia, walau korporasi plat merah, tapi beberapa saat ini sudah keluar dari kotak monopoli dan harus bersaing di industri telekomunikasi Indonesia. Telkom sebenarnya sudah mulai merambah pelbagai bisnis telekomunikasi baik yang sifatnya infrastruktur, layanan maupun konten, yang tetap maupun bergerak. Namun, memang kiprah Telkom di luar bisnis awalnya selama ini boleh dibilang kurang kinclong, kecuali Telkomsel dan Flexi.
Revitalisasi bisnis yang diumumkan direksi Telkom beberapa hari lalu, diikuti perubahan logo dan positioning baru Telkom, Life Confident. Dengan key message ”The world in your hand”, Telkom menyatakan siap melakukan konvergensi ICT dan masuk ke konten dengan membuat media dan edutainment, melalui superportal yang diimpikannya. TIME (Telekomunikasi Internet Media dan Edutainmen) itulah arah baru Telkom.
Apresiasi yang tinggi mesti diberikan kepada manajemen Telkom dengan revitalisasi ini. Setidaknya gerakan perubahan logo Telkom adalah merupakan konfirmasi akan revitalisasi bisnis yang sebenarnya sudah dimulai Telkom. Dalam bahasa lugas, Telkom meyakini internet adalah salah satu lini bisnis masa depan yang menjanjikan. Telkom misalnya, sudah sejak lama memiliki portal internet plasa.com, dia juga punya pasarkreasi.com, sayang kiprah kedua situs itu kurang mencuat di belantara web lokal sekalipun.
Telkom melalui beberapa unit bisnis baru juga sedang membangun berbagai properti internet. Bahkan “terdengar” pula melakukan penawaran terhadap salah satu portal terbesar di Indonesia. Di komunitas online, cukup seru gerakan Telkom “belanja” sumberdaya manusia di sektor ini. Cukup serius lah persiapan yang dilakukan Telkom.
Bagi perusahaan plat merah, tentunya tak mudah untuk bertransformasi begitu saja. Dan kiff off itu lebih ditujukan untuk menstimulasi internal agar mendukung perubahan yang diinginkan manajemen Telkom. Karena, tanpa perubahan yang total, akan susah mengubah budaya yang sudah terbentuk selama ini.
Sementara bagi stakeholder eksternal, hanya tinggal menunggu wujud janji ”the world in your hand” saja. Apakah dengan “baju” yang baru, Telkom akan menjadi lebih dinamis dan transparan dalam berinteraksi tak cuma dengan pelanggannya, tapi juga dengan mitra bisnis mereka.
Memang industri internet saat ini mungkin belum akan bisa mendongkrak pendapatan, seperti dikatakan Direktur Enterprise & Whole Sale Telkom Arief Yahya – yang dikutip koran Jakarta – bahwa, salah satu strategi yang akan dilakukan dalam bisnis TIME ini, Telkom berencana membuat super portal seperti Yahoo dan Google. “Superportal ini, pendapatannya mungkin kecil, tetapi nilai pasarnya sangat tinggi,” ungkapnya.


October 19th, 2009 at 9:42 pm
logonya kayak lembaga dono atau sukarelawan mana … gitu ya? dan mengapa positioning nya mesti pakai bahasa londo ?
October 20th, 2009 at 3:49 am
Wah semoga dengan perubahan logo bisa lebih baik lagi,
October 20th, 2009 at 8:47 am
@ Burhans : at least lebih nice dan better than before lah. Soal knp pakai bukan bhs Indo, aku ga bisa jawab. tapi bisa jadi ini inline dg keinginan perusahaa ini menjadi world class operator….
October 20th, 2009 at 11:31 am
AFAIK, Telkom adalah perusahaan kelas dunia, karena mencatatkan sahamnya di Bursa Nasdaq. Jadi cukup wajar menggunakan tagline berbahasa inggris
October 21st, 2009 at 12:43 pm
hmm … pertama ngeliat logo ini kayaknya dejavu deh … dari tadi lama - lama diperhatiin terasa moodnya kurang … ngga tau kenapa … ada yang bisa jelasin nilai filosofisnya apa sih ? siapa yang buat ini logo yah ?
October 23rd, 2009 at 10:58 pm
yang bikin The Brand Union, konsultan kelas dunia lho.
October 25th, 2009 at 12:50 pm
Bener Topiq, yang bikin logo tsb Brand Union. Yang pasti, mestinya tujuan perubahan logo untuk tentunya u mendrive persepsi baru stakeholder baik internal maupun eksternal ttg Telkom ‘baru’.
October 26th, 2009 at 2:23 pm
Font-font sans serif memang sedang ngetren untuk menjadi logo. Sementara tampaknya font serif terkesan ketinggalan jaman…
March 4th, 2010 at 5:55 pm
info yang menarik, makasih ya