SMS tergeser data?

 Menyimak pelbagai pemberitaan media mainstream paska lebaran, yang melaporkan bahwa, ”SMS masih jadi primadona”.  Jika dilihat dari rata-rata trafik sms hari lebaran dibanding hari biasa yang lebih tinggi dibanding trafik suara, memang benar.

 Pada Idul Fitri kali ini menurut data yang tersedia, 3 provider besar GSM (yang datanya tersedia), urutan trafik sms-nya adalah sebagai berikut. Pelanggan  XL, rata per pelanggan ngirim 11 sms, pengguna Indosat mengirim 10 sms, sementara pelanggan Telkomsel mengirim 7 sms.

 

Sementara untuk trafik suara, dua operator:  XL dan Telkomsel mengklaim masih mencetak kenaikan. XL mengakui bahwa sejak 2007 tren kenaikan trafik suaranya. Bisa jadi itu dipicu tarif murah yang dijadikan tema kampanye operator milik Malaysia ini. Sementara Indosat justru mengakui bahwa trafik suaranya justru mengalami penurunan.

 

Maraknya pemakaian BB dan komunikasi data lainnya, juga memicu kenaikan trafik data yang cukup signifikan.  Namun, trafik tertinggi dialami oleh Indosat, yang pada lebaran kali ini mencapai 17,5 terabyte. Sementara yang lain hanya berkisar kurang dari 3 terabyte.

 

Bisa jadi saat ini sms masih bisa disebut ”primadona” namun cepat lambat posisinya akan digeser oleh ym, bbm, atau ucapan melalui jejaring sosial lannya seperti facebook, twitter, dan lainnya. Apalagi fenomena chating pun kini bukan lagi milik kalangan menengah saja. Kalangan bawah seperti sopir, pramusaji, penjaga toko, pun kini sudah mulai kecanduan budaya ym-an dengan sesama komunitas mereka. Aksi ini bisa jadi  dipicu oleh kampanye program dan produk operator yang mengarah ke pemanfaatan data, yang bertarif murah.   

 Tren akses data menggunakan hp mulai marak di Indonesia. Di dunia sendiri, saat ini 40% pengakses internet melalui small screen seperti HP. Dan jika komunikasi data sudah mulai menggerogoti suara, ke depan, sms juga tentunya akan digerogoti. Namun, kalau melihat karakter pasar di Indonesia — dimana segmen bawah masih mendominasi —  pergeseran pasar sms ke data setidaknya akan terjadi dalam 2-3 tahun mendatang. Seiring dengan makin membaiknya dan meluasnya infrastruktur internet di tanah air.

 

Tinggal ditunggu saja operator mana yang paling siap menangkap tren komunikasi data.

 

 

 

3 Responses

  1. 28 September 2009 at 1:04 am

    Saya ikut menunggu, siapa yang paling siap dan menguntungkan bagi konsumen. Salah satu cara mengintip pergeseran ya ngamatin anak-anak (ABG dan remaja) dalam mengonvergensikan semua alat dan gimana mereka berbagi informasi.

  2. 28 September 2009 at 10:54 pm

    Menarik. Sayang gak dikupas, jika Isat sampai 18 Tbps, terus berapa sebenarnya yg jadi revenue. Seorang teman bilang, revenue data tidak sebanding dengan effort-nya. Sekarang sudah ada salah strategi memasarkan data. BB harian dgn tarif makin murah hanya bikin kaya RIM, operator mah merana. Tanya aja ama pelakunya. Kutipan lengkap, sila juga kunjungi blog saya hahaha

  3. igun
    Reply
    29 September 2009 at 11:16 am

    saya cuma ingin menambah atau mengoreksi data. Menurut Dirut Tsel, trafik data Telkomsel pada hari H mencapai 24 Terabytes.

Leave A Reply

* All fields are required

*