Jan 01

Tahun 2008 telah  menjadi sejarah, dan 2009 adalah “present” yang mesti disyukuri. Tahun 2009, yang menurut penanggalan Cina disebut tahun kerbau, banyak diramalkan sebagai tahun yang kurang cerah. Pentingkah? “Nggak juga.”

Numpak kerbau, ternyata nggak gampang

Numpak kerbau, ternyata nggak gampang

Buatku, 2009 adalah tahun untuk kerja lebih keras dan berpikir semakin kreatif. Kenapa?  Pertama, menurut para cerdik pandai, imbas krisis keuangan global di Indonesia bakal mencapai puncaknya di triwulan 1 dan 2 tahun 2009. Artinya, saat-saat  ini kita makin mendekati puncak krisis. Kedua, sejak September lalu, aku telah memutuskan keluar dari  posisi nyaman  sebagai karyawan di operator telekomunikasi terbesar ke 3 di negara ini. Pindah kuadran menjadi orang independen, dan bermimpi suatu saat bisa menjadi bos bagi perusahaan sendiri. Artinya, sejak 4 bulan lalu aku sudah melepas kemapanan, dan siap dengan situasi turbelensi yang bakal menghadang.

Kerja keras, memang sebuah kalimat klise. Namun, bagiku kerja keras berarti  fokus pada kompentensi dan berupaya keras untuk selalu kreatif.  Kreatif yang kumaksud adalah membuat diferensiasi pada setiap bidang yang kujalani, untuk menghasilkan sesuatu yang  berbeda dan memiliki nilai tambah, tentunya.

Bekerja keras dan berpikir kreatif memang boleh dibilang adalah  modal kerjaku selama berkarier di dunia profesional.  Namun, saat ini,  kedua hal tersebut  menjadi sangat penting untuk bisa melewati 2009 dan tahun-tahun selanjutnya, karena 2 alasan di atas. Plus passion tentunya.

Seorang kawan mengingatkan bahwa menjadi kreatif memang bagus dan ideal. Namun, di Indonesia, meski sangat butuh industri kreatif, kondisinya tidak cukup kondusif. Misalnya, soal jiplak menjiplak, replikasi, copy paste dan sebagainya, yang kerap menjadi momok bagi para pelaku industri kreatif.  Betul, memang itu sebuah masukan yang baik. Namun,  itu justru menantangku untuk selalu cerdik dalam berkreasi agar tidak terjebak pada situasi yang kurang kondusif itu.

Yang pasti, 2009,  sesuai  karakter shio kerbau,  yang katanya, merupakan hewan pekerja keras, maka akupun harus  bekerja keras dan fokus untuk bisa meraih hasil terbaik.  Seperti sms tahun baru yang dikirim seorang sahabat, “Past is experience, today is experiment, and tomorrow is your expectation.  So use your experience to manage your experiment, to meet your expectation.”  Ya, semoga selain kerja keras dan berupaya terus kreatif,  ada blessing dariNya.  Sehingga experiment  yang kulakukan di tahun present ini bisa membawa manfaat , tak cuma untukku, tapi juga bagi masyarakat.   Selamat  ber-experiment juga teman, semoga sukses.

7 Responses to “ Tahun 2009 adalah present ”

  1. EnWui Says:

    Happy New Year 2009…! God Bless U :-) Setiap Hari adalah Hari Baik

  2. galihsatria Says:

    Selamat tahun baru 2009! Tulisan bu ve selalu menginspirasi untuk bekerja keras dan keluar dari kenyamanan semu. Semangat!

  3. vlisa Says:

    @ Galih Satria: Met tahun baru 2009, ayo kamu juga pasti bisa….yang penting tetap semangat.

  4. vlisa Says:

    @ EnWui : hitung berkatmu setiap hari…..GBU

  5. Yodhia - Blog Strategi + Manajemen Says:

    Saya kira kamu bisa membangun firma konsultan PR yang tangguh, Ve. Mungkin juga dengan diferensiasi khusus jasa - Online PR. Bisa juga kolaborasi dengan Mas Nukman.

    Kalo begitu, mungkin arah blog ini mesti di-refine menjadi lebih fokus pada PR, terutama PR dalam era digital. (Setahu saya baru ada satu blog tentang digital PR di tanah air). Kamu kelak bisa membangun blog ini sebagai tempat RUJUKAN untuk strategi dan praktek PR di era web 2.0.

    Mungkin kamu bisa lebih mengeskplorasi arah rencana of your professional life di postingan mendatang.

  6. vlisa Says:

    Yod, aku buka kartu dong….anyway, sebenarnya aku ingin fokus di area CSR (dengan dikolaborasikan dengan area PR melalui communication tools yang tersedia saat ini baik yang online - web 2.0 — maupun offline). It’s still under development now. Walau offline, di area itu saya jalani saat ini secara “beli putus” dan free lance dulu. Orang bilang test the water…..thanks a lot inputnya.

  7. erwan widyarto Says:

    Sukses selalu diawali dengan keberanian. Termasuk keberanian untuk gagal. Sukses Mb Lisa, telah berani keluar dari comfort zone untuk masuk ke comfort zone berikutnya. Turbulensi pasti bisa diatasi oleh orang seberani dan sekreatif Mb Lisa. Salam sukses mulia dari Jogja.

Leave a Reply