Selasa, 18 November 2008, Toto Sugito menerima Indonesia Berprestasi Award 2008, sebuah penghargaan bagi warga berprestasi yang menjadi inisiatif XL sejak 2007. Toto adalah penggagas dan ketua umum Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia (Bike to work Indonesia – B2W), mendapatkan penghargaan untuk kategori Sosial dan kemasyarakatan.
Toto adalah salah satu dari 5 penerima penghargaan IBA 2008. Ke empat lainnya adalah: Gola Gong untuk kategori pendidikan, Fiki Chitara Safari untuk kategori wirausaha, Sudiyanto penyabet penghargaan untuk kategori ilmu pengetahuan dan teknologi, dan Asep Khambali sebagai pemenang di kategori Seni dan budaya. Selain itu, IBA 2008 juga memberikan penghargaan khusus kepada Wilson Welery Wenas, penemu generasi kedua tenaga surya dari ITB dan Tobi Moektiyono juara olimpiade Matematika dari Jakarta. Mereka bersaing dengan lebih dari 900 peserta yang berhasil dijaring oleh panitia IBA 2008.
IBA 2008 ini adalah yang ke 2 yang digelar oleh XL. Ini merupakan program tanggung jawab perusahaan/CSR XL. Sebuah bentuk tanggung jawab perusahaan untuk turut membangun Indonesia yang lebih baik, menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan. Harapannya di masa mendatang, akan lebih banyak lagi anak bangsa yang berprestasi dan mampu membawa nama harum bangsa ini di arena global. Sehingga negara ini tak cuma dikenal karena angka korupsinya, penyalur narkobanya bahkan sebagai asal gembong teroris.
Kata kuncinya adalah bagaimana memberi inspirasi kepada anak bangsa untuk mencetak prestasi. Dan mereka yang berhasil muncul di IBA 2008 adalah kalangan yang dianggap mampu memberi inspirasi bagi masyarakat sekitarnya. Seperti halnya efek bola salju, yang makin lama menggelinding akan makin besar. Begitu pula gerakan ini, yang akan mampu memancing dan mengilhami anak-anak bangsa yang lain untuk melakukan hal yang sama. Dari 5, menjadi 10, 100, 1000, dan seterusnya.
Toto misalnya. Melalui gerakan ajakan bersepeda ke tempat kerja, saat ini telah berhasil mengispirasi setidaknya sekitar 10.000 B2 workers yang tersebar di 30 kota di Indonesia. “Pertanyaan yang paling susah adalah dari mas Ninok Leksono, salah satu juri IBA 2008. Pertanyaannya: apa yang paling bermakna dari yang sudah Anda lakukan dengan B2W-nya, apakah sebagai aktivis lingkungan, penganjur gaya hidup atau sebagai penghematan?” ucap Toto menirukan pertanyaan Ninok Leksono.
Setelah berpikir sesaat, Toto pun menjawab mantab, “Life style”. Dan itu memang jawaban yang tepat. Karena memang, dengan membawa gerakan B2W sebagai bagian dari gaya hidup, akan lebih mudah diterima oleh masyarakat metropolis ketimbang pendekatan dari aspek lainnya. Mulanya sebagai bagian dari gaya hidup, kalau berkembang, hasilnya akan positif untuk penghematan maupun lingkungan hidup.
“Pendekatan melalui gaya hidup memang paling alamiah. Dan jika Toto menjawab sebagai aktivis lingkungan, gayanya bukan itu,” jelas Ninok. Artinya, dengan menjalani b2w, pada akhirnya secara tak langsung mereka juga menjadi bagian dari penggiat lingkungan ( bebas polusi, hemat energi) dan sudah pasti unsur tanggung jawab sosialnya nya paket yang menyatu dari dari lifestyle itu.
Yang pasti, mencetak prestasi – apapun bidangnya – bisa dilakukan oleh siapa saja. Dari gerakan kecil kita, bahkan di lingkungan keluarga kita. Jika itu dilakoni secara serius dan fokus, pasti akan menjadi besar, dan mampu menginspirasi yang lain. Mari…………



November 23rd, 2008 at 4:58 pm
woww..orang ganteng kayak Mas Toto aja, mau bikin “bersepeda” sebagai life style,aku rasa sih jawaban Mas Toto “lifestyle” masih perlu ditambahin,ya karena Mas Toto ganteng jadi orang pada mau ngikut hehe..(becanda Mbak Ve),kalau di Jkt coba aja minta Tora Sudiro yang naek sepeda duluan,yang pasti cewek2 pada ngikut n’ cowok2nya pada manyun hhhh..Thx Mbak Ve.
November 23rd, 2008 at 6:25 pm
Selamat juga buat mbakVE. Orang di sini tahu kok IBA adalah ide original mbak VE. Pls dong, jelasin asal muasal ide IBA tersebut dan tentunya sustainablenya, biar penerus mbak VE gak salah arah dalam implementasi CSR. GBU.
November 23rd, 2008 at 6:31 pm
IBAnya sih keren. Sayangnya orang komunikasi XL ‘nggak tanggap. Saya coba buka http://202.152.254.229/ibawards/ eh.. belom diupdate. Basi…..baru ngomongin nomeinee. Gimana tuh. Mbak VE kasih tahu tuh yuniornya yang nggaknyambung.com. Salam.
November 23rd, 2008 at 6:50 pm
Mas barudaktea, mas Toto emang nice looking, makanya aku ikut nampang. Meski aku udah punya sepeda lipet, cuma belum sampai b2w, saat ini tingkatannya baru bike to narsis. he.hehe..
November 23rd, 2008 at 6:53 pm
Untuk “orang dalam”, mungkin suatu saat saya akan posting soal mimpi saya tentang IBA. Saat ini saya cukup gembira karena IBA bisa jadi program tahunan XL. Thanks untuk tim CSR XL yang sudah bekerja keras menjaga suitainable IBA.
November 23rd, 2008 at 9:22 pm
OOT : Sebagian foto-fotonya ada di Facebook bu
November 25th, 2008 at 11:49 am
Saya iba setelah membuka website IBA. Di sana tidak ada dasar pemikiran tentang IBA, apa yang diharapkan dengan penyelanggaraan IBA? Bagaimana menjaring kandidat IBA, dan apa yang bisa dilakukan masyarakat agar IBA bisa mengispirasi banyak orang. Ya begitulah bayanganku, sehingga bisa dapat bahan untuk skripsi. Ternyata isinya kok cuma sederhana banget ya.
November 26th, 2008 at 6:33 pm
halo bu,,salam kenal,,
minta ijin ya blognya di copy paste untuk tugas kuliah..
kalo bisa si sekalian minta data lebih lanjut,,hehehe,,
thx b4
November 26th, 2008 at 8:37 pm
untuk Ary, silakan. kalau ada yang bisa saya bantu, silakan email saja ya.
November 27th, 2008 at 12:54 pm
Mas Toto mah emang cool….pasti bikin orang nyaman bersepeda dengannya. Anyway, sukses ya untuk Mas Toto dan B2W-nya.
December 1st, 2008 at 8:53 am
Mba’e, tq buat tulisannya….sebagai pencetus IB Award, mohon tetap membimbing ya, supaya IB Award bisa maju sesuai porsinya…….
December 4th, 2008 at 8:19 am
You’re welcome..anything I can support, sure i will do…
February 5th, 2011 at 12:16 pm
blogwalking mas. kunjungi blogku juga ya