The Heart of Change

Itu adalah judul sebuah buku karangan John P. Kotter dan Dan S.Cohen tahun 2002. Buku itu menjadi menarik kubaca saat ini. Pertama karena kata change atau perubahan itu sendiri yang akhir-akhir ini naik daun, dan menjadi tema dimana-mana. Ya di ranah politik, area perusahaan, dan bahkan di tataran organisasi ke- RT-an gema perubahan didengungkan.

Ada falsafah yang mengatakan, bahwa salah satu hal yang abadi di dunia adalah perubahan. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa perubahan ada di level thinking-nya, tapi untuk menggerakkan perubahan di level itu, maka yang harus digarap adalah feelings-nya.  Ini terutama untuk perubahan di perusahaan atau oganisasi besar dimana berhubungan dengan teknologi baru, merger dan akuisisi, restrukturisasi,  strategi baru, dan lainnya.

Kesuksesan sebuah perubahan di organisasi besar (dan kompleks) terjadi dalam 8 langkah. Tantangan utamanya adalah di mengubah behavior orang. Bukan di strategi ataupun sistem. Karena dalam banyak kasus, dimana perusahaan melibatkan konsultan khusus dan mahal untuk ini, namun tetap hasilnya kurang memuaskan. Biasanya penyebabnya adalah pemahaman terhadap perilaku karyawan (kebiasaan, need dan interest-nya) yang kurang.

Delapan langkah  yang dimaksud adalah:
1. Increase urgency.  Dimana masing-masing orang dharapkan mulai mengatakan pada yang lain, “Let’s go, we need to change things”. Dari yang kecil sampai hal-hal besar.
2. Build the guiding team. Ini adalah sebuah kelompok yang diharapkan mampu memandu perubahan besar yang akan dilakukan.
3. Get the vision right. Dimana kelompok pemandu mulai membangun visi yang tepat dan strategi untuk mendukung perubahan yang diharapkan.
4. Communicate for buy-in. Perubahan disosialisasikan,  orang-orang mulai menerima dan menunjukkan perilakunya ke arah perubahan yang dimaksud.
5. Empower action. Langkah di mana ada lebih banyak orang yang bereaksi sesuai visi yang ada.
6. Create short-term wins. Ini adalah momentum untuk menunjukan “keberhasilan” melalui contoh-contoh kecil atau kelompok-kelompok orang yang dianggap sukses untuk dijadikan role model perubahan, dilakukan secara rutin.
7. Don’t’s let up. Yang ini pasti harus dijaga, terutama semangat untuk melakoni perubahan ini.
8. Make change stick. Win behavior harus selalu secara terus menerus didendangkan, sekalipun kemudian terjadi perubahan pemimpin di situ.

Apapun perubahan, karena ini menyangkut orang,  yang paling penting  adalah memahami people insight (orang-orang yang diharapkan akan berubah). Artinya, mereka harus dibuat mengerti dan paham bahwa perubahan yang mereka lakukan akan membawa manfaat positif bagi mereka.

Dalam pengalamanku mengikuti  beberapa pelatihan untuk “change” ini tak jarang mendengar  komentar standar. “Lha nilai-nilai seperti ini kan sudah kita lakukan di tempat kita, lalu kenapa sekarang disebut sebagai nilai-nilai baru,” begitu celoceh para peserta.  Situasi tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa manajemen kurang memahami insight karyawannya. Jika itu terjadi, tentu akan menghambat upaya “change” yang dilakukannya.

Bagaimana menurut Anda.?

3 Responses

  1. syafruddin siraju
    Reply
    13 February 2009 at 10:19 pm

    saya harus banyak belajar sama ibu nih..tks

  2. 18 July 2015 at 3:17 am

    Every weekend i used to visit this web page, for the reason that i wish for enjoyment, as this this site conations truly pleasant
    funny information too.

  3. 18 July 2015 at 3:21 am

    Everything is very open with a really clear
    description of the challenges. It was really informative.

    Your website is very helpful. Thank you for sharing!

Leave A Reply

* All fields are required

*