Apakah Anda cukup waktu untuk mengingat pola ber-internet Anda di masa lalu? Apa yang Anda lakukan saat konek ke internet, lalu berlancar di dunia maya?
Aku mengenal internet, setidaknya sudah sekitar 15 tahunan. Jika kuingat lagi, apa yang kulakukan dengan internet di masa itu, paling banter cuma untuk kirim imel. Sekadar lihat informasi di beberapa portal asing (maklum di Indonesia belum ada portal berita). Atau cari info tentang buku baru. Paling lama juga cuma 30 menit, dan belum tentu setiap hari buka internet.
Waktu berjalan, dan teknologi berkembang, koneksi internet pun makin beragam, tak cuma dial up. Pilihan konten untuk diakses pun makin banyak. Sejak beberapa tahun terakhir pola browsing ku pun berubah, lebih intens dan tak cuma melongok imel. Ada portal berita seperti detik.com dan kompas.com yang selalu kutengok secara rutin, setidaknya 2 kali sehari (siang dan sore/malam). Artinya, menyalakan komputer, browsing, buka imel, lalu buka tab baru untuk beberapa situs informasi, cari buku baru atau kesukaan yang lain.
Selain itu, akupun mulai menyisikan waktu lebih banyak untuk ber-internet, dan memantau imel-imel yang kupakai untuk mengikuti sejumlah milis. Juga untuk googling mencari informasi-informasi yang kubutuhkan untuk pekerjaan. Waktu yang kupakai berselancar pun bertambah, bisa 1-2 jam, terutama malam, dimana aku punya lebih banyak waktu.
Setahun terakhir, ketika aku mulai gemar nge-blog, dan melakukan jejaring sosial di dunia maya, pola nge-net ku pun ikut berubah. Masih 2 kali sehari, namun pilihan akses sudah mulai berbeda. Tujuan browsingku selain untuk pekerjaan, juga menulis dan memantau blogku, membaca dan menjawab komen yang ada, lalu blogwalking sekedar baca postingan teman atau ikutan ninggalin komentar.
Hal lain yang kulakukan adalah melakukan jejaring sosial, semisal buka facebook, update, nyalamin “teman-teman”ku, juga sekadar melakukan “keisengan” di jejaringan sosial itu. Atau ikutan berpendapat di sejumlah grup diskusi yang ada di jejaring sosial itu.
Yang pasti, entah kenapa, membuka portal berita, kini, tak lagi jadi tujuan utamaku saat nge-net. Apalagi, kini, sejumlah info-info penting yang kubutuhkan kini juga sudah bisa ku-akses, antara lain via viigo yang ada di Blackberryku.
Nampaknya perubahan pola nge-net tak cuma terjadi padaku saja. Beberapa teman, terutama yang ngeblog dan melakukan jejaring sosial lainnya, mengaku mengalami perubahan serupa. Artinya, buka komputer, buka imel, memonitor blog, blogwalking, masuk komunitas jejaring sosial. Semua kebutuhan informasi secara selektif, telah dipenuhi oleh blog, dan sejumlah milis. Di situ sudah ada berbagai informasi, bahkan selalu ada posting berita terbaru yang diambil dari beberapa portal.
Bagaimana dengan Anda?


September 14th, 2008 at 2:57 pm
Yang saya lakukan : blogwalking, menulis blog, dan mengelola online business.
Saya mengelola beberapa websites to generate income (dollar)….karena itu saya aktif di milis global to market my international websites, pasang iklan di Adwords, ngecek berapa produk online saya yang terjual via Paypal, ngecek income affiliate di Amazon.com, dll.
Bagi saya, internet bukan lagi sekedar hoby dan spending free time. Internet telah menjadi pengisi sebagian income kehidupan saya. Perjuangan menjadi An Online Entrepreneur sungguh tak mudah, namun saya menikmati setiap detik dari proses itu.
September 14th, 2008 at 3:33 pm
Ini yang layak diacungi dua jempol…..dan kapan-kapan bisa di-share “bagaimana jatuh bangun membangun an online entrepreneur”. Sukses terus ya.
September 14th, 2008 at 5:19 pm
Awal sekali saya kenal internet adalah email Yahoo dan mIRC. Kemudian saya kenal Geocities dan dari situ saya mulai belajar desain web. Di bangku kuliah saya kenal Google dan hingga sekarang tak bisa lepas darinya. Sekarang selain googling untuk mendukung pekerjaan, kebanyakan adalah ngeblog dan blogwalking.
September 14th, 2008 at 9:42 pm
Ah, ada sedikit kesamaan ternyata. Sudah jarang buka portal berita. Portal berita — ya PORTAL — berita kadang malah bukan menjadi rujukan informasi berita bagi saya. Entah kenapa.
Yang tidak berubah adalah bahwa satu hari tetap 24 jam, mungkin sekarang menjadi lebih “selektif” dalam kegiatan online kali ya? Informasi dan teknologi jalannya cepet amat…
September 15th, 2008 at 1:34 pm
kalo saya ya cek orderan hahaha
September 15th, 2008 at 9:36 pm
Mudah2an orderan kartu nama via internetnya lancar ya mas Agus…hehehe
September 16th, 2008 at 1:59 pm
amin dahhhh. btw, ga butuh kartu nama baru ya mbak?hehehe
September 19th, 2008 at 3:26 am
Sebagai orang yang mengandalkan income hanya lewat bisnis di internet, saya menghabiskan hampir semua waktu nge-net saya ke hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan bisnis online. Tapi mengakses berita dari detik.com dan beberapa media online lainnya masih tetap rutin saya lakukan.
Oh ya salam kenal mbak VE, ini pertama kali saya mampir di sini
September 19th, 2008 at 8:09 am
Kalau lihat komen teman2 yang masuk ke sini, tampaknya sudah banyak juga yang terjun ke bisnis online. Selama ini saya lebih seirng mendengar cerita tentang “sukses” nya berbisnis online, dan sesekali “kenakalan” (kalau tidak mau menyebut kriminalitas) blogger kita dalam hal berbisnis online. Tapi jatuh bangun saat membangun bisnis online kayaknya masih kurang ya….Sudah kodratnya kalau manusia lebih suka bercerita soal kesuksesan ketimbang kegagalan.
Mungkin saja kapan2 teman2 yang sudah melangkah ke sana, menceritakan pengalamannya membangun bisnis online, berikut jatuh bangunnya……..pasti akan sangat bermanfaat bagi yang lain. Kita ingat pepatah learning from experience kan. salam…..
September 19th, 2008 at 10:28 am
belum pernah ada yg gagal kali ya hahaha
September 19th, 2008 at 4:04 pm
Dear Lisa, apakabar? Salam kenal.
Saya ingin share apa yang saya lakukan dengan internet.
Dari awal (sekitar 1996) saya sudah berpikir menjadikan internet sebagai tempat untuk produksi berita (bukan konsumen berita). Oleh karenanya saya aktif membuat milis (dahulu pake manual, ngirim satu-satu dengan Eudora), kemudian website.
Lucunya sebelum blog ada, saat menulis berita, saya menulis dgn HTML.
Setiap hari, berita yang kemarin saya masukkin (secara manual scriptnya dipindah) ke halaman archive. Begitu seterusnya.
Jadi semacam cikal bakal blog gitu.
Sampai sekarang website tersebut masih ada di Indo.net (yang memberi saya space untuk hosting website).
Beberapa kali saya mencoba untuk “memperoleh” uang dari Internet, tapi mungkin karena belum jodoh ‘kali, maka selalu yang ada hanya trik-trik dari website pengelola supaya websitenya jadi populer.
Salam,
Erik Tapan