Aug 28

Semua pengendara mobil, atau setidaknya yang pernah nyetir kendaraan bermotor, pasti tahu yang namanya “dashboard”.  Itu adalah papan yang berisi  panel-panel - - dengan data/info penting - - yang ada di depan pengemudi.

Setidaknya ada 3 hal penting dalam dashboard mobil. Yaitu  berupa indikator: kecepatan/laju mobil, temperatur, dan status bahan bakar. Ketiga indikator tesebut sangat penting saat mobil melaju. Semisal, temperatur tentu menunjukkan “kesehatan” mobil,  penunjuk bahan bakar untuk memprediksi  kemampuan menempuh jarak.

Nah,  perusahaan juga memerlukan dashboard. ”Panel-panel”  ini diperlukan perusahaan untuk merancang strategi dan rencana kerja, mengambil keputusan baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Apa isi dashboardnya? Ada 2 karakter penting di dalam  dashboard perusahaan:  data yang sifatnya monitoring dan analisis.

Yang pasti, hasil monitoring dan pengawasan yang terdapat dalam dashboard tersebut,  menjadi acuan sangat penting bagi manajemen untuk mengambil keputusan ataupun langkah bisnis. Minimal 3 info penting yang ada di dalamnya: angka penjualan mingguan/bulanan, biaya, juga info mengenai pesaing. 

Dari level perusahaan, ke divisi, lalu departemen, bahkan unit terendah dalam perusahaan, memiliki dashboard. Tentunya disesuaikan dengan   area yang dikelola. Yang pasti, makin komprehensif dan akurat “panel”  dashboard yang kita miliki, tentunya makin mudah pula bagi kita untuk menjalankan pekerjaan.

Anda tentu juga memiliki dashboard dalam menjalankan pekerjaan Anda. Nah, jika anda punya pengalaman tentang dashboard yang Anda gunakan, silakan share di sini.

(Catatan: tulisan tentang “dashboard” ini masih akan bersambung di edisi mendatang)

3 Responses to “ Dashboard ”

  1. Yodhia Antariksa Says:

    Sebuah tulisan yang bagus ve. Saya juga pernah membahas mengenai “dashboard” ini, dalam tulisan mengenai Performance Dashboard.

  2. dalang Says:

    Mbak, artikel dashboard mu uapik tenan, emang beda kalo orang PR yang nulis he he he. Aku urun saran terusannya membahas tentang integritas data yang dikumpulkan suatu organisasi lalu ditampilkan sebagai dashboard. Tempat kerja mbak yang terakhir itu sangat menarik untuk dijadikan source of research tentang bagaimana konsep garbage in garbage out nya suatu siklus informasi dan aksi reaksi antara si dashboard dengan penggunanya. Laporan churn dan migrasi antar different user segment misalnya diambil dari sumber mana saja? Apa betul hanya cukup dari IN, atau seharusnya CDR secara detil? Performansi suatu kantor cabang sebuah bank misalnya, apakah data yang membentuk dashbord kinerja mereka hanya bersumber dari data percabang atau sudah merupakan hasil agregasi antara seluruh cabang yang dimiliki bank tersebut? Lalu bagaimana dengan performansi penyaluran kredit mereka terhadap kondisi perekonomian masyarakat (micro demography) di sekitar kantor cabang itu? Pada akhirnya semua dashboard (as a reporting tools) itu juga terkadang di over-right oleh kepentingan pemilik KPI yang lebih tinggi bukan? Tanpa adanya jaminan integritas sumber data apalagi Business Objectives & Rules yang jelas dan benar, suatu dashboard akan menjadi sumber malapetaka bagi penggunanya toh.

  3. Vlisa Says:

    Mas dalang, komen mu kayaknya juga sudah layak jadi tulisan neh…mbok ditulis sendiri. Apalagi sudah paham betul kondisi nya, pasti ciamik kalau sampeyan tulis lho.
    Tapi memang betuli hipotesa Anda, tentang kadang dashboard dipersiapkan untuk “menyenangkan” pemilik KPI. Thanks inputnya.

Leave a Reply