Aug 14

logo IDX

logo IDX

“Perusahaan publik harus hati-hati dalam mengeluarkan pernyataan yang bersifat forward looking statement,” begitu ujar seorang analis pasar modal.   Analis ini kerap menengarai sejumlah eksekutif perusahaan publik begitu gampang  membuat  pernyataan yang bersifat  rencana kinerja. Padahal, ”Statemen  itu bisa disebut “janji” yang akan ditagih oleh pemegang saham publik,” imbuhnya.

Salah satu hal  mendasar yang harus diubah ketika sebuah perusahaan  berubah status dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka, adalah aspek komunikasi ke publik.  Karenanya para  eksekutifnya (yang mewakili perusahaan)  tak lagi bisa ceplas ceplos dalam mengeluarkan pernyataan. Agar nantinya, perusahaan tidak “dituntut” atas janji yang kemudian tak bisa ditepatinya.

Dalam publikasi  soal bisnis, kinerja perusahaan (juga yang masih rencana)  termasuk informasi klas A, yang kerap ditanyakan wartawan.  Informasi bisa berupa target penjualan, keuntungan, nilai transaksi, jumlah pelanggan, dan lainnya. Karenanya, walau  harus hati-hati,  perusahaan publik tetap harus menjaga transparansi dan   memelihara citranya melalui publikasi positif

Jika kita cermati, pernyataan tentang rencana kinerja (terutama prediksi pendapatan dan keuntungan) sejumlah perusahaan publik lebih sering dilakukan para analis pasar modal. Ini  memberikan  kesan lebih netral. Substansi informasinya mungkin saja sama dengan yang disampaikan eksekutif perusahaan tersebut secara langsung. Namun, paparan  yang diberikan pihak analis  akan dinilai lebih obyektif. 

Yang pasti, sebuah perusahaan publik mesti pandai ”memainkan” informasi yang dirilis ke publik. Apalagi jika perusahaan tersebut berada di industri yang ketat persaingannya seperti perbankan, properti, telekomunikasi selular. Karena, jika  terlalu sering memberikan ”forward looking statement”, maka aspek ”surprising the market” akan hilang. 

Irama informasi harus diatur:  kapan sebuah pernyataan perlu dirilis langsung perusahaan, dan kapan itu harus    melalui “pintu” info sang analis. Karenanya, bagi perusahaan publik, peran analis  sangat penting dalam turut menjaga irama dan kinerja perusahaan di mata publik.

Maknanya, perusahaan publik mesti banyak ber”gaul” dan menjalin relasi  dengan analis.

6 Responses to “ Hati-hati, jangan asal nyeplos. ”

  1. aLe Says:

    Soal marketing emang jeng Lisa jagonya ;)

Leave a Reply