Indonesia Bisa Dalam Sebuah Tayangan

Usai menyaksikan tayangan bersama di semua stasiun TV di Indonesia, bertajuk “Indonesia Bisa”, Selasa malam, aku hanya bisa berujar, “Keren, keren dan keren”. Anakku yang SMA dan yang masih duduk di kelas 2 SD pun, kali ini secara aklamasi berkomentar sama: cuma keren kok bunda. Kenapa?

Tayangan itu dibuka oleh 2 orang pembaca acara ngetop : Tantowi Yahya dan Maudy Koesnadi. Buatku, keberadaan Tanto di situ, sudah menjadi jaminan awal bahwa program itu bagus. Karena aku tahu dan kenal siapa Tanto, orang yang sangat selektif dalam memilih acara atau program yang ia akan bawakan. It’s about positioning.  

Dan benar memang, Menyimak acara yang berdurasi sekitar 2,5 jam tadi terasa tidak membosankan. Walau isinya, mengutip komentar seorang kawan, ”cuma gitu-gitu aja”. Seperti laiknya sebuah pagelaran, ada artis, pemusik dan penari, dan atraksi-atraksi lainnya. Barangkali cuma itu. Bahkan artisnyapun hanya 3: Edo Kondolangit, 3Diva dan Agnes Monica. Tapi apa yang membedakan pagelaran ini dengan yang lainnya. Ini pengamatanku.

Ada pesan yang ingin disampaikan, yaitu “Indonesia Bisa”. Dan itulah key message dalam acara ini, dan acara ini semestinya merupakan kick off bagi pelaksanaan program “Indonesia Bisa”, ke depan. Bagaimana pesan itu disampaikan dalam tayangan ini? Untuk memberi pijakan, masyarakat diingatkan tentang kekayaan budaya yang kita miliki.

Dalam tayangan tadi, bagaimana kita dingatkan tentang sekian banyak kekayaan yang kita miliki, dalam suguhan berupa ragam budaya seperti rampak kendang dari pelbagai daerah, tarian dari Sabang sampai Merauke. Yang ditampilkan secara apik.

Kemudian, ada tarian “melati suci” yang dibawakan dengan sangat apik di tengah-tengah Gelora Bung Karno. Bocah-bocah sekolah yang menari dan menyanyi lagu “Belajar, Bekerja dan Berjuang” karya Guruh Sukarno Putra, cukup menghibur. Abim, klas 1 SMA yang mewakili sekolahnya turut menyanyi di acara tadi berkomentar,” keren dan asyik.”

Memang mengasyikan, karena acara ini tanpa diselipi pidato yang biasanya sarat pesan. Acara tersebut ditutup parade anak-anak Indonesia yang berprestasi di kancah internasional. Di bidang fisika, matematika, dan lainnya. 2 orang perwakilan dari mereka menerima obor Dari presiden Susilo Bambang Yudoyono. Dan diakhiri seruan presiden untuk mengajak masyarakat “Indonesia Bisa”.

Menurutku, sebagai sebuah tayangan, cukup bagus. Ada key message, yang kemudian diterjemahkan dalam konsep acara (baca: tayangan TV). Cara penyampainnya menggunakan medium yang “simple” dan mudah diterima segala lapisan masyarakat: budaya. Dan dikemas dalam tayangan yang menarik dan menghibur. Sehingga pesannya sampai ke audience. Sebagai sebuah event, harus diakui, eksekusinya sangat rapi. Saya acungi jempol pada panitia yang telah menyiapkannya.

Tentunya tayangan tadi hanya merupakan langkah awal, untuk menuju Indonesia Bisa. Untuk memberikan semangat pada masyarakat yang sedang dirundung banyak masalah. Dengan apa yang kita miliki, seperti ditulis dalam sms dari Tantowi untukku, “Indonesia pasti Bisa”.

1 Response

  1. 21 May 2008 at 5:39 pm

    kayaknya 3Diva gak ada deh mbak.. yang ada tuh DI3VA 😀
    di detik forum dibantai habis tuh, secara kemaren emang kurang mantep penampilannya.
    INDONESIA BISA!!!

Leave A Reply

* All fields are required

*