<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Positioning Kampanye Wisata Indonesia</title>
	<atom:link href="http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/</link>
	<description>it's me</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 23:15:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: Dewa Budi Chisara</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-229</link>
		<dc:creator>Dewa Budi Chisara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 17:27:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-229</guid>
		<description>Bila anda pingin berkunjung dan jalan2 di kota jogja tanpa buang banyak duit maupun waktu silahkan hubungi saya di :
Kreasi Jogja
An : Dewa Budi Chisara
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133
Cp : 08170955983
Disamping saya akan memandu ditempat tempat obyek wisata di jogja, saya akan buatkan beberapa itenry untuk kunjungan anda.
Terima Kasih


TOUR 2 HARI
Day 1
Dengan kereta mini mengunjungi Candi Prambanan,candi sewu dilanjtkan melihat proses pembuatan kerajinan perak di kota gede dan makan siang.Dilanjukan menuju ke Kraton, Taman sari, benteng dan gerbang kraton dengan menggunakan Andong wisata. Malam harinya makan malam dan menikmati permainan Masangin di tengah 2 pohon beringin? alun2 selatan
Day 2
Mewngunjungi candi borobudur, candi mendhut, candi pawon dilanjutkan makan siang sambil menikmati 2 gunung besar ( G merapi n G merbabu) di Ketep Pass. Tour dilanjutkan ke agro wisata salak pondoh, Melihat secara dekat proses batik tuliis, proses pembuatan bakpia, menikamati suasana malam di Mallioboro

KULTURAL TOUR
Day 1
Batik course season 1, makan siang ala Kraton, Mengunjungi Candi Prambanan,Sun-set Candi Borobudur, Makan malam
Day 2
Dengan Andong Wisata keliling sekitar Kraton, Kraton Taman Sari, Makan siang. Dilanjutkan Batik Course Season 2, Sun-set di Pantai Parangtritis, Makan malam, Permainan Masangin ( masuk di tengah 2 pohon beringin kembar )
Day 3
Batik couse season 3 ( terakhir ), makan siang, Mengunjungi pabrik batik tulis khas Jogja, Silver Factory ( Kota Gede), Desa seni Kasongan, proses pembuatan bakpia, Menikamti suasan malam kota Jogjakarta di Malioboro.

Bila anada berkenan silahkan hubungi saya di:
An : Dewa Budi Chisara
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133
Cp : 08170955983

SAYA MASIH BANYAK TOUR UNTUK ANADA BILA BERKUNJUNG DI JOGJA, ISAMPING ITU SAYA JUGA DAPAT MEMANTU KEMUDAHAN2 ANADA MENCARI HOTEL, TRANSPORTASI, DLL
An : Dewa Budi Chisara
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133
Cp : 08170955983
Email : dewabudichisara@yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bila anda pingin berkunjung dan jalan2 di kota jogja tanpa buang banyak duit maupun waktu silahkan hubungi saya di :<br />
Kreasi Jogja<br />
An : Dewa Budi Chisara<br />
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133<br />
Cp : 08170955983<br />
Disamping saya akan memandu ditempat tempat obyek wisata di jogja, saya akan buatkan beberapa itenry untuk kunjungan anda.<br />
Terima Kasih</p>
<p>TOUR 2 HARI<br />
Day 1<br />
Dengan kereta mini mengunjungi Candi Prambanan,candi sewu dilanjtkan melihat proses pembuatan kerajinan perak di kota gede dan makan siang.Dilanjukan menuju ke Kraton, Taman sari, benteng dan gerbang kraton dengan menggunakan Andong wisata. Malam harinya makan malam dan menikmati permainan Masangin di tengah 2 pohon beringin? alun2 selatan<br />
Day 2<br />
Mewngunjungi candi borobudur, candi mendhut, candi pawon dilanjutkan makan siang sambil menikmati 2 gunung besar ( G merapi n G merbabu) di Ketep Pass. Tour dilanjutkan ke agro wisata salak pondoh, Melihat secara dekat proses batik tuliis, proses pembuatan bakpia, menikamati suasana malam di Mallioboro</p>
<p>KULTURAL TOUR<br />
Day 1<br />
Batik course season 1, makan siang ala Kraton, Mengunjungi Candi Prambanan,Sun-set Candi Borobudur, Makan malam<br />
Day 2<br />
Dengan Andong Wisata keliling sekitar Kraton, Kraton Taman Sari, Makan siang. Dilanjutkan Batik Course Season 2, Sun-set di Pantai Parangtritis, Makan malam, Permainan Masangin ( masuk di tengah 2 pohon beringin kembar )<br />
Day 3<br />
Batik couse season 3 ( terakhir ), makan siang, Mengunjungi pabrik batik tulis khas Jogja, Silver Factory ( Kota Gede), Desa seni Kasongan, proses pembuatan bakpia, Menikamti suasan malam kota Jogjakarta di Malioboro.</p>
<p>Bila anada berkenan silahkan hubungi saya di:<br />
An : Dewa Budi Chisara<br />
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133<br />
Cp : 08170955983</p>
<p>SAYA MASIH BANYAK TOUR UNTUK ANADA BILA BERKUNJUNG DI JOGJA, ISAMPING ITU SAYA JUGA DAPAT MEMANTU KEMUDAHAN2 ANADA MENCARI HOTEL, TRANSPORTASI, DLL<br />
An : Dewa Budi Chisara<br />
Add: Taman Kt 1/309.Kraton.Jpgjakarta 55133<br />
Cp : 08170955983<br />
Email : <a href="mailto:dewabudichisara@yahoo.com">dewabudichisara@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dewa Budi Chisara</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-228</link>
		<dc:creator>Dewa Budi Chisara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 09:19:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-228</guid>
		<description>Saya sdh menjadi guide tour sumatra, jawa, bali, lombok selama 17 thn. Visit Indonesia year untuk tahun ini SANGATLAH MENYEDIHKAN, betapa tidak????? semua terlalu dipaksakan dan terlihat terburu buru sebelum melangkah. Hal tersebut mencerminkan beberapa kinerja ppemerintah khususnya yg berkaitan dengan wisata seperti : Dinas Pariwisata pusat sampai daerah tdk ada rasa kesinambungan yg harmonis.
Sekarang kita lihat banyak hal yg perlu dibenahi sebelumnya seperti........
1. Vasilitas wisata yg memadai...masa seh bandara sampai ditutup karena banjir?????????????!!!!!
2. Garuda Indonesia tdk boleh masuk ke Eropa......Bagaimana cara wisatawan berkunjung?????????
3. Kurangnya promo ke Luar negri....saya setahun yg lalu ke Amrik, di dpn Kedubes RI diAmrik, hanya ada papan berwarna berukuran kurang lebih 1,5 X 2,5 meter yg disitu terdapat semu7a gambar obyek wisata seluruh indonesia yg berjumlah 33 provinsi,,,sangat menyedihkan lg saat saya masuk tanya brosur wisata di Indonesia kpda petugas disana bilang habis dan terkesan tdk sopan.
4. Pemerintah harus dapat meyakinkan dan membedakan antara Budaya, wisata dan AGAMA. karena di indonesia terdapat 5 agama dalam berpulu piluh suku menjadi satu kesatuan indonesia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sdh menjadi guide tour sumatra, jawa, bali, lombok selama 17 thn. Visit Indonesia year untuk tahun ini SANGATLAH MENYEDIHKAN, betapa tidak????? semua terlalu dipaksakan dan terlihat terburu buru sebelum melangkah. Hal tersebut mencerminkan beberapa kinerja ppemerintah khususnya yg berkaitan dengan wisata seperti : Dinas Pariwisata pusat sampai daerah tdk ada rasa kesinambungan yg harmonis.<br />
Sekarang kita lihat banyak hal yg perlu dibenahi sebelumnya seperti&#8230;&#8230;..<br />
1. Vasilitas wisata yg memadai&#8230;masa seh bandara sampai ditutup karena banjir?????????????!!!!!<br />
2. Garuda Indonesia tdk boleh masuk ke Eropa&#8230;&#8230;Bagaimana cara wisatawan berkunjung?????????<br />
3. Kurangnya promo ke Luar negri&#8230;.saya setahun yg lalu ke Amrik, di dpn Kedubes RI diAmrik, hanya ada papan berwarna berukuran kurang lebih 1,5 X 2,5 meter yg disitu terdapat semu7a gambar obyek wisata seluruh indonesia yg berjumlah 33 provinsi,,,sangat menyedihkan lg saat saya masuk tanya brosur wisata di Indonesia kpda petugas disana bilang habis dan terkesan tdk sopan.<br />
4. Pemerintah harus dapat meyakinkan dan membedakan antara Budaya, wisata dan AGAMA. karena di indonesia terdapat 5 agama dalam berpulu piluh suku menjadi satu kesatuan indonesia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rani</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-210</link>
		<dc:creator>rani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 14:30:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-210</guid>
		<description>Iklan visit indonesia year yang bernuansa Bali, kalau dibandingkan iklan jamu  tolak angin, yang bintang iklannya Butet dan Agnes Monika, ya masih lebih keren iklan tolak angin. Lebih jelas pesannya, dan  contextnya juga oke. Kenapa nggak iklan itu aja yang sekaligus dijadikan iklan untuk menarik wisman ke sini ya.........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iklan visit indonesia year yang bernuansa Bali, kalau dibandingkan iklan jamu  tolak angin, yang bintang iklannya Butet dan Agnes Monika, ya masih lebih keren iklan tolak angin. Lebih jelas pesannya, dan  contextnya juga oke. Kenapa nggak iklan itu aja yang sekaligus dijadikan iklan untuk menarik wisman ke sini ya&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rusa emas</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-203</link>
		<dc:creator>rusa emas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 15:52:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-203</guid>
		<description>lah mbak Lisa ini kepiye toh, yang mau dijual itu sebenernya apa sih dalam suatu kegiatan tourism? (dalam arti yang bisa jadi duit nyoto buat makan rakyat kebanyakan). Apakah kamar hotelnya (sahamnya punya asing), seat di pesawatnya (masih belom lunas leasing dari asing), makanan lokalnya (yang rada hygienis biasanya franchise merek asing)? Jadi paling-paling tinggal cindera mata sama jasa-jasa (pijet, kepang, tatto, nonton tarian, sama pemandu siang maupun pemandu malam) yang masih bisa dikatakan milik kita sendiri kan?. Jadi buat apa kita mempromosikan potensi wisata Indonesia kalau toh yang menikmati manfaat ekonominya justru pihak yang bukan Indonesia? (he he he XL sekarang juga sudah 100% asing yah). Saya setuju sama mbak Lisa bila tahun 2008 ini dijadikan kick-off untuk membudayakan pariwisata sebagai suatu jalan keluar dari berbagai kesulitan bangsa yang ada (baik oleh sebab bencana alam, kebanyakan orang yang melu-melu edhan karena takut ora keduman, dan pers yang semakin tidak cerdas). Bukan mau ngebelain Pak Jero cs loh, tapi bila dibaca dengan pemikiran dekonstruktif, maka  tag line visit Indonesia yang di"gathuk"ken sama peringatan 100 tahun kebangkitan rasa nasionalisme (yang sifatnya mempersatukan gagasan ini) relevan juga,  meskipun mungkin kini gagasanya baru sebatas bagaimana caranya bagi-bagi duit buat partai-partai laper dari 40% anggaran pembuatan website. Jaman pak Tantri dulu malah belanja iklan tahun kunjungan wisata kita nyampe 20 jt dollar, ngutang sama ADB lagi, n konon ga di bayar pula.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lah mbak Lisa ini kepiye toh, yang mau dijual itu sebenernya apa sih dalam suatu kegiatan tourism? (dalam arti yang bisa jadi duit nyoto buat makan rakyat kebanyakan). Apakah kamar hotelnya (sahamnya punya asing), seat di pesawatnya (masih belom lunas leasing dari asing), makanan lokalnya (yang rada hygienis biasanya franchise merek asing)? Jadi paling-paling tinggal cindera mata sama jasa-jasa (pijet, kepang, tatto, nonton tarian, sama pemandu siang maupun pemandu malam) yang masih bisa dikatakan milik kita sendiri kan?. Jadi buat apa kita mempromosikan potensi wisata Indonesia kalau toh yang menikmati manfaat ekonominya justru pihak yang bukan Indonesia? (he he he XL sekarang juga sudah 100% asing yah). Saya setuju sama mbak Lisa bila tahun 2008 ini dijadikan kick-off untuk membudayakan pariwisata sebagai suatu jalan keluar dari berbagai kesulitan bangsa yang ada (baik oleh sebab bencana alam, kebanyakan orang yang melu-melu edhan karena takut ora keduman, dan pers yang semakin tidak cerdas). Bukan mau ngebelain Pak Jero cs loh, tapi bila dibaca dengan pemikiran dekonstruktif, maka  tag line visit Indonesia yang di&#8221;gathuk&#8221;ken sama peringatan 100 tahun kebangkitan rasa nasionalisme (yang sifatnya mempersatukan gagasan ini) relevan juga,  meskipun mungkin kini gagasanya baru sebatas bagaimana caranya bagi-bagi duit buat partai-partai laper dari 40% anggaran pembuatan website. Jaman pak Tantri dulu malah belanja iklan tahun kunjungan wisata kita nyampe 20 jt dollar, ngutang sama ADB lagi, n konon ga di bayar pula.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andy</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-200</link>
		<dc:creator>andy</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 15:37:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-200</guid>
		<description>Memang mestinya untuk "menjual" wisata Indonesia harus menggunakan strategi marketing yang benar. STP nya jelas, lalu program eksekusinya mengacu ke sana.itung-itungan analogi besaran budget dibandingkan negara tetangga, tidak bisa dijadikan alasan jika kemudian program ini tidak sukses. Sangat penting melakukan focusing. Mudah2an masih ada waktu untuk membenahi program VIY 2008 ini agar lebih fokus dan hasilnya memuaskan. Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang mestinya untuk &#8220;menjual&#8221; wisata Indonesia harus menggunakan strategi marketing yang benar. STP nya jelas, lalu program eksekusinya mengacu ke sana.itung-itungan analogi besaran budget dibandingkan negara tetangga, tidak bisa dijadikan alasan jika kemudian program ini tidak sukses. Sangat penting melakukan focusing. Mudah2an masih ada waktu untuk membenahi program VIY 2008 ini agar lebih fokus dan hasilnya memuaskan. Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sie-sie</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-199</link>
		<dc:creator>sie-sie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 12:07:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-199</guid>
		<description>Kayaknya kalau program pemerintah memang selalu begitu deh. Perumusan konsep, proses, goal, dan apa mimpi yang akan diraih, nggak perlu jelas. Termasuk positioning, sosialisasi dan kesinambungan komunikasi. Yang penting bugetnya gede. BTW ini analisa yang bagus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kayaknya kalau program pemerintah memang selalu begitu deh. Perumusan konsep, proses, goal, dan apa mimpi yang akan diraih, nggak perlu jelas. Termasuk positioning, sosialisasi dan kesinambungan komunikasi. Yang penting bugetnya gede. BTW ini analisa yang bagus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: djokodwijono</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-198</link>
		<dc:creator>djokodwijono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 15:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-198</guid>
		<description>Mbak Lisa, saya kebetulan sempat hadir pada waktu launching logo visit Indonesia 2008 di badan pesawat Garuda. Pak Jero bilang : dalam suatu skala pengeluaran dan pemasukan, Malaysia mengeluarkan 80 (untuk promosi pariwisata) dan menghasilkan 15, sementara Indonesia mengeluarkan 10 untuk dapat 5. Padahal dari 15 yang didapat Malaysia itu sebagian besar dari Genting Highland (gambling) .So.. Indonesia better than Malaysia, kata beliau. Kalau saya usul positioningnya sih "expect the unexpected" saja (seperti iklan tertentu..saya lupa), yaa  contohnya seperti bahwa pelarangan maskapai Indonesia di Eropa yang belum dicabut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Lisa, saya kebetulan sempat hadir pada waktu launching logo visit Indonesia 2008 di badan pesawat Garuda. Pak Jero bilang : dalam suatu skala pengeluaran dan pemasukan, Malaysia mengeluarkan 80 (untuk promosi pariwisata) dan menghasilkan 15, sementara Indonesia mengeluarkan 10 untuk dapat 5. Padahal dari 15 yang didapat Malaysia itu sebagian besar dari Genting Highland (gambling) .So.. Indonesia better than Malaysia, kata beliau. Kalau saya usul positioningnya sih &#8220;expect the unexpected&#8221; saja (seperti iklan tertentu..saya lupa), yaa  contohnya seperti bahwa pelarangan maskapai Indonesia di Eropa yang belum dicabut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog Strategi + Manajemen</title>
		<link>http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-196</link>
		<dc:creator>Blog Strategi + Manajemen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 06:01:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://vlisa.com/2008/01/21/positioning-kampanye-wisata-indonesia/#comment-196</guid>
		<description>Ya, Jero Wacik benar-benar melakukan blunder. Mestinya sewa saja Hermawan Kartajaya untuk mendesain marketing campaign yang powerful. Dan budget 17,5 milyar untuk website yang biasa-biasa saja....duh. Benar-benar konyol. Geregetan juga. 

Jauh lebih bagus http://www.yogyes.com/ - padahal ini murni inisiatif seoarng entrepeneur muda Jogja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, Jero Wacik benar-benar melakukan blunder. Mestinya sewa saja Hermawan Kartajaya untuk mendesain marketing campaign yang powerful. Dan budget 17,5 milyar untuk website yang biasa-biasa saja&#8230;.duh. Benar-benar konyol. Geregetan juga. </p>
<p>Jauh lebih bagus <a href="http://www.yogyes.com/" rel="nofollow">http://www.yogyes.com/</a> - padahal ini murni inisiatif seoarng entrepeneur muda Jogja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
